Setelah Menyerat dalam Kasus Ahok, Fadli Zon Kembali Menyeret Jokowi dalam Kasus Viktor, Natizen : Maunya Apa ???


LINTAS FAKTA - Perlahan namun pasti, Fadli Zon akhirnya membuka kedoknya sendiri. Isu-isu yang diviralkan oleh Gerindra, tidak lain dan tidak bukan adalah upaya untuk terus menekan Jokowi. Narasi mereka sudah sangat jelas terbaca. Jokowi memang seorang presiden yang wajib menyelesaikan isu dan persoalan yang terjadi di Tanah Air. Namun menjadi hal yang aneh dan lucu ketika Jokowi dilibatkan dalam sebuah isu dan persoalan dimana Jokowi tidak terlibat sama sekali serta itu merupakan persoalan yang sepele.

Kita sudah mafhum saat Jokowi yang tidak tahu menahu terhadap kasus Ahok, namun justru didemo oleh jutaan manusia. Jokowi dituduh memihak dan membela Ahok. Padahal Jokowi tak melakukan apapun dan sama sekali tidak mengintervensi proses hukum Ahok.

Belakangan baru terbongkar narasinya. Lawan-lawan Jokowi memang sengaja membuat isu dan terus memviralkannya untuk menjegal Jokowi. Jokowi pun nampknya sudah paham dengan niat busuk mereka sehingga dengan taktik jitunya, Jokowi berhasil lolos dari jebakan kasus Ahok.

Merasa gagal menjebak Jokowi lewat kasus Ahok, mereka tidak menyerah begitu saja. Mereka akan terus mencoba kembali membuat isu dan ujung-ujungnya nama Jokowi akan kembali diseret untuk terlibat.


Skenario untuk kembali mennyerat Jokowi ke dalam sebuah persoalan semakin terlihat sejak mencuatnya kasus pidato Viktor. Narasi mereka semakin terbaca. Mereka akan terus mencari celah yang bisa dijadikan sebuah isu panas, kemudian mereka akan terus memviralkan sampai benar-benar bisa membuat gaduh suasana, dan ujung-ujungnya Jokowi diminta untuk turun tangan mendinginkan situasi. Jika Jokowi tidak turun tangan, pasukan mereka telah siap bekerja untuk mengopinikan bahwa Jokowi presiden yang pilih kasih dan tidak peduli dengan kegaduhan yang terjadi di Tanah Air.

Para aktor yang bekerja untuk menyeret Jokowi sebetulnya tidak bedanya dengan aktor yang dulu menyerer Jokowi dalam kasus Ahok. Mereka orang yang sama dan itu-itu saja. Salah satu diantara mereka adalah Fadli Zon.

Fadli Zon mengusulkan Jokowi memberikan solusi untuk meredakan polemik pidato politikus Partai NasDem Viktor B. Laiskodat yang menuding empat partai yakni PKS, PAN, Gerindra dan Demokrat mendukung konsep negara khilafah. Ucapan Viktor disebut berpotensi merusak citra Presiden yang didukung oleh Partai NasDem.

Fadli menuturkan, Partai NasDem tidak mencontohkan kedewasaan berpolitik karena membela Viktor dan tidak ada itikad baik meminta maaf. Padahal, kata Fadli, ucapan Viktor terkesan menantang partai politik dan umat Islam secara keseluruhan. Selain tak beretika, Fadli menganggap sikap NasDem dan Viktor berlawanan dengan jargon restorasi yang sering mereka gemakan.

“Yang terjadi kan bukan restorasi ini destruksi terhadap hubungan antar-partai politik, kemudian antarwarga negara kerukunan umat beragama dan sebagainya. Kalau restorasi bukan begitu dong, itu menjaga, menjawab ke-Indonesiaan kita, perbedaan-perbedaan jangan dipertajam justru kita saling memahami,” ujar Fadli.

Kasus yang terjadi pada Viktor adalah perseteruan antara Nasdem dengan Gerindra, PKS, PAN, dan Demokrat. Normalnya, tokoh-tokoh yang terkait dengan partai-partai tersebut yang harus diminta untuk turun tangan menyelesaikan persoalan. Namun mengapa Fadli Zon justru meminta orang yang tidak terkait langsung dengan partai-partai yang sedang berseteru tersebut?

Seharusnya, Fadli Zon meminta Surya Paloh, Prabowo, Sohibul Iman, Zulkifli Hasan, dan SBY untuk turun tangan menyelesaikan persoalan pidato Viktor, namun mengapa Jokowi yang justru diseret?

Memang benar, Jokowi adalah presiden Indonesia, namun tidak semua persoalan harus diselesaikan dengan Jokowi terlebih urusan sepele antar partai dimana Jokowi bukan bagian dari partai mereka. Jokowi punya banyak kegiatan yang lebih bermanfaat untuk kemajuan Indonesia disbanding mengurusi persoalan pidato Viktor. Biarlah kasus Viktor menjadi urusan Surya Paloh dengan Prabowo, dan sekutunya.

Pernyataan Fadli Zon yang meminta Jokowi untuk turun tangan memang sudah diatur sedemikian rupa. Mereka mencari peluang dan celah yang bisa dijadikan isu, kemudian memviralkan dan membuat segaduh mungkin isu tersebut, setelah gaduh, tugas Fadli Zon untuk menyeret Jokowi masuk ke dalam kubangan isu.

Fadli Zon tidak peduli Jokowi bersedia turun tangan untuk menyelesaikan persoalan Viktor apa tidak. Karena yang Fadli Zon harapkan, permintaannya akan untuk menekan Jokowi. Jika Jokowi mau terlibat kasus Viktor, Fadli Zon senang karena bisa mengganggu fokus kerja Jokowi. Jika Jokowi tidak mau terlibat, Fadli Zon juga senang karena bisa membuat opini bahwa Jokowi presiden yang pilih kasih atau tidak peduli dengan permasalahan yang terjadi di Tanah Air Indonesia.

Sumber:.

https://www.merdeka.com/peristiwa/fadli-zon-sarankan-jokowi-turun-tangan-soal-pidato-viktor-laiskodat.html




0 Response to "Setelah Menyerat dalam Kasus Ahok, Fadli Zon Kembali Menyeret Jokowi dalam Kasus Viktor, Natizen : Maunya Apa ???"

Posting Komentar

Kalau Ingin Berkomentar!!!
-Mohon berkomentar sesuai dengan topik
-Dilarang Nyepam
-Link Hidup Langsung Dihapus