Prabowo Boleh Saja Dikatakan Belum Pasti Maju Menjadi Capres, Namun Sejatinya Peperangan Sudah Dimulai


LINTAS FAKTA
- Saya sangat yakin hampir tidak ada masyarakat yang percaya bahwa Prabowo masih ada kemungkinan untuk tidak mencalonkan diri sebagai presiden di Pilpres 2019. Boleh saja Wakil Ketua DPP Partai Gerindra Ferry Juliantono menegaskan bahwa Prabowo Subianto belum mendeklarasikan diri untuk maju sebagai calon presiden pada Pemilu 2019. Tidak masalah jika Ferry menyatakan bahwa dorongan agar Prabowo Subianto maju di Pilpres 2019 berasal kader Gerindra sendiri. Namun yang paling menarik, mengapa tiba-tiba Ferry melontarkan pernyataan tersebut?

Saya yakin ada tujuan tertentu dari pernyataan Ferry. Hampir tidak mungkin tanpa ada maksud Ferry tiba-tiba melontarkan pernyataan itu tanpa ada tujuan. Ferry pun saya yakin sudah tahu bahwa tidak akan ada yang percaya jika Prabowo belum pasti akan mencalonkan diri sebagai presiden di Pilpres 2019, namun hal tersebut bukan menjadi halangan Ferry untuk melontarkan pernyataan tersebut karena memang ada maksud-maksud tertentu.

Ada beberapa peristiwa yang membuat Ferry merasa perlu untuk mengeluarkan pernyataan tersebut. Sejatinya, peperangan menuju Pilpres 2019 sudah dimulai dan pernyataan Ferry merupakan bagian dari strategi.

Jika kita amati gerak-gerik gerindra sebelum presidential threshold 20 persen, sebelum Perindo resmi mendukung Jokowi dan Demokrat memutuskan tidak ada koalisi dengan Gerindra, Prabowo sendiri sudah menunjukkan gelagat bahwa dirinya akan mencalonkan diri sebagai presiden di Pilpres 2019. Kemenangan Anies-Sandi membuat Prabowo semakin mantap dan percaya diri menatap Pilpres 2019.

Baik Gerindra maupun Prabowo tak pernah menyangkal bahwa Prabowo akan maju menjadi capres di Pilpres 2019. Gelagat-gelagat Prabowo juga mengarah ke sana. Hanya saja, sejak presidential threshold 20 persen ditetapkan, Prabowo terlihat mulai kurang percaya diri.

Dampak ketidakpercaayan diri membuat Prabowo panik dan tanpa malu-malu mengunjungi kediaman SBY untuk mewacanakan adanya koalisi dengan Demokrat. Wacana Agus akan menjadi pendamping Prabowo pun menguak. Namun harapan Prabowo bertepuk sebelah tangan. SBY menegaskan tidak ada koalisi Gerindra dan Demokrat untuk saat ini.

Tidak berselang lama, Perindo yang sebelumnya mendukung Prabowo berpindah haluan mendukung Jokowi. Partai-partai lain juga sudah banyak yang merapat ke Jokowi diantaranya PDI P, Hanura, Nasdem, PPP, Golkar, dan PKPI.



Berita ini menjadikan kepercayaan Prabowo semakin menurun. Opini yang berkembang di masyarakat, Prabowo masih kalah kelas dibanding Jokowi karena ketika Jokowi terus banjir dukungan, Prabowo justru ditinggalkan oleh pendukungnya. Pendekatan Prabowo ke Demokrat pun bertepuk sebelah tangan. Hanya PKS yang saat ini masih menjadi menjadi kawan setia Prabowo.

Melihat kondisi Prabowo yang seperti itu, Ferry merasa perlu untuk melakukan sesuatu agar Prabowo tidak terus-terusan mendapat tekanan. Ferry ingin membuat masyarakat sejenak melupakan pencalonan Prabowo sebagai presiden di Pilpres 2019. Untuk mengalihkan perhatian masyarakat, Ferry menyebut bahwa Gerindra akan fokus terlebih dahulu di Pilkada DKI.

Gerindra akan fokus meraih kemenangan pada Pilkada 2018 terlebih dahulu ketimbang berbicara Pilpres 2019. Gerindra beranggapan penting memenangkan pilkada, khusus di Jawa, karena jumlah penduduknya terbesar dan punya korelasi langsung terhadap pendulangan suara.

Pernyataan Ferry bisa jadi sebagai bagian evaluasi dari strategi peperangan yang sebelumnya yang dinilai gagal dalam meningkatkan elektabilitas Prabowo, maupun menurunnya tingkat dukungan ke Prabowo.

Gerindra coba rehat sejenak untuk mencari strategi yang lebih ampuh untuk melanjutkan peperangan. Alasan bahwa Gerindra akan fokus terhadap Pilkada serentak 2018 terlebih dahulu hanya sebuah cara untuk mengalihkan pandangan masyarakat yang terus menyoroti gelagat Prabowo yang sangat bernafsu menjadi presiden. Tidak hanya Gerindra, partai lain juga pasti tidak akan melewatkan momen Pilkada serentak 2018 begitu saja. Namun mereka juga tidak mau munafik untuk menunjukkan  sikap di Pilpres 2019.

Saat ini, kepercayaan Prabowo memang sedang sangat menurun. Untuk kembali meningkatkan kepercayaan diri Prabowo, Gerindra lebih memilih istirahat sejenak dari aktivitas yang mengarah ke kampanye Prabowo sebagai calon presiden sambil menunggu perkembangan politik selanjutnya.

Jika Gerindra mampu mendapatkan hasil baik di Pilpres, saya yakin bisa kembali meningkatkan kepercayaan diri Prabowo untuk maju di Pilpres 2019. Misi ini yang akan Gerindra sasar. Selain untuk mengembalikan kepercayaan diri Prabowo, misi ini juga berpotensi akan merapatnya partai-partai untuk mendukung Prabowo.

Namun yang pasti,peperangan menuju Pilres 2019 sudah dimulai. Kubu Jokowi jangan sampai lengah dan mengesampingkan pernyataan atau tindakan yang keluar dari kubu Gerindra karena semua adalah bagian dari strategi perang mereka.

Sumber :
http://nasional.kompas.com/read/2017/08/05/20255321/prabowo-belum-nyatakan-kesediaannya-maju-di-pilpres-2019



0 Response to "Prabowo Boleh Saja Dikatakan Belum Pasti Maju Menjadi Capres, Namun Sejatinya Peperangan Sudah Dimulai"

Posting Komentar

Kalau Ingin Berkomentar!!!
-Mohon berkomentar sesuai dengan topik
-Dilarang Nyepam
-Link Hidup Langsung Dihapus