Patung Adalah Karya Seni, Apa Salah Patung Itu?


LINTAS FAKTA
- Berita tentang penghacuran beberapa patung yang terjadi dibeberapa daerah di Indonesia oleh mereka yang mengaku pengikut Tuhan dan penghuni surga tersiar sampai ke ujung dunia. Entah apalah salah patung itu.

Patung Adalah Karya Seni
Patung adalah benda tiga dimensi karya manusia yang diakui secara khusus sebagai suatu karya seni. Orang yang menciptakan patung disebut pematung. Tujuan penciptaan patung adalah untuk menghasilkan karya seni yang dapat bertahan selama mungkin. Karenanya, patung biasanya dibuat dengan menggunakan bahan yang tahan lama dan sering kali mahal, terutama dari perunggu dan batu seperti marmer, kapur, dan granit. Kadang, walaupun sangat jarang, digunakan pula bahan berharga seperti emas, perak, jade, dan gading. Bahan yang lebih umum dan tidak terlalu mahal digunakan untuk tujuan yang lebih luar, termasuk kayu, keramik, dan logam.

Pada masa lalu patung dijadikan sebagai berhala, simbol Tuhan atau Dewa yang disembah. Tapi seiring dengan makin rasionalnya cara berfikir manusia, maka patung tidak lagi dijadikan berhala melainkan hanya sebagai karya seni belaka. Fenomena pemberhalaan patung ini terjadi pada agama-agama atau kepercayaan-kepercayaan yang politeisme seperti terjadi di Arab sebelum munculnya agama samawi. Lihat juga arca. Mungkin juga dalam Hindu kuno di India dan Nusantara, dalam agama Buddha di Asia, Konghucu, kepercayaan bangsa Mesir kuno dan bangsa Yunani kuno. Sumber: Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas



Jangan paksa saya untuk mengikuti Ajaranmu

Satu hal yang harus kau pahami wahai kalian semua kaum pemilik surga alias sumbu pendek bin bumi datar. Ketahuilah bahwa ada banyak jalan menuju roma begitu kata pujangga itu. Demikian juga halnya dengan kepercayaan itu. Ada banyak cara manusia itu untuk meng-Imani Tuhan Semesta alam. Cara saudaramu yang Hindu mengimani Tuhan semesta alam tidak sama dengan cara saudaramu yang Islam. Saudaramu yang Budha juga tidak sama caranya dengan saudaramu yang Kristen. Saudaramu yang Aliran kepercayaan juga berbeda caranya dengan saudaramu yang lain. Manusia ini terdiri dari bangsa-bangsa, bangsa-bangsa juga terdiri dari banyak suku. Apakah kau pikir seluruh orang Arab sudah beragama Islam?? Mikirrrrrr. Apakah bangsa indonesia hanya terdiri dari suku Aceh, Padang, Sunda dan Madura? Apakah mereka semua hanya beragama Islam? Mikirrr lagi. Mengapa begitu picik pikiranmu melihat dunia yang penuh warna ini.  Ataukah mungkin dirimu berpikir bahwa memang Tuhan semesta alam ini hanya milik dirimu dan golonganmu jadi wajib hukumnya membela-Ny? Mikir lagi untuk ketiga kalinya. he he he

Jika memang demikian pemikiranmu alangkah bodohnya dirimu sebagai manusia yang adalah mahluk tertinggi dari semua ciptaan, dihadapan Tuhan. Apa kamu pikir Tuhan Allah tidak sanggup Meng-Islamkan atau meng-Hindukan penduduk bumi ini jika itu kemauanNya? Nyatanya apa? Tuhan Allah memberikan kebebasan penuh kepada umat manusia untuk ikut Dia atau ikut Setan.

Jadi begini saudara-saudaraku wahai kalian para kaum bumi datar, yang merasa diri paling benar dihadapan Tuhan persis seperti kaum Farisi. Saya berharap nalarmu atau otakmu yang besar itu sampai untuk memahami kalimat dibawah ini.

Transenden (Inggris: transcendent; Latin: transcendere) merupakan cara berpikir tentang hal-hal yang melampaui apa yang terlihat, yang dapat ditemukan di alam semesta.[1] Contohnya, pemikiran yang mempelajari sifat Tuhan yang dianggap begitu jauh, berjarak dan mustahil dipahami manusia.[2]

Tuhan Allah itu transenden, Dia tidak tampak, Dia tidak terikat oleh ruang dan waktu. Tidak seorang pun yang mampu untuk melihat kemuliaan Tuhan Allah. Jadi dalam upaya manusia untuk menyampaikan sesuatu kepada Tuhan Allah yang bersifat transenden itulah, maka manusia menggunakan pendekatan personifikasi.

Manusia “menggambarkan atau mengimajinasikan” Tuhan Allah itu dalam sifat-sifat manusia agar mudah untuk dipahami, dan dijangkau dengan akal manusia yang terbatas. Itulah sebabnya kita mengenal istilah “tangan” Tuhan Allah, “mata” Tuhan Allah, dll. Apakah Tuhan Allah punya mata punya tangan?

Begitu jugalah untuk menggambarkan sifat-sifat-Nya, manusia mem-personifikasi-kannya dengan apa yang bisa dipahaminya. Muncullah kalimat Tuhan “marah”, Tuhan “benci” dll, untuk menolong kita memahami “reaksi-Nya” terhadap manusia, apabila manusia itu melakukan hal yang bertentangan dengan larangan-Nya itu.

Kembali ke soal patung, jikalah benar ada saudara kita yang menuhankan patung itu sebagai Tuhannya, apa hakmu untuk menghukum dia? Siapa dirimu dihadapanNya? Bukankah sudah jelas-jelas Tuhan Allah memberikan kebebasan yang absolut untuk manusia? Sekali lagi Ingat kalimat ini “Tuhan Allah memberikan kebebasan penuh kepada umat manusia untuk ikut Dia atau ikut Setan”


Karena saya seorang Kristen maka saya mencoba mengutip salah satu ayat dari dari Alkita yang melarang saya untuk tidak tunduk dan menyembah patung. ”Jangan membuat patung pahatan atau suatu bentuk yang mirip apa pun yang ada di langit di atas atau yang ada di bumi di bawah atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Jangan membungkuk kepadanya ataupun terbujuk untuk melayaninya, karena aku Yehuwa, Allahmu, adalah Allah yang menuntut pengabdian yang eksklusif.” (Keluaran 20:4, 5) Karena Allah menginginkan ”pengabdian yang eksklusif”, Ia tidak senang jika kita memuja atau menyembah patung, gambar, berhala, ikon, atau lambang.

Akhirnya pertanyaan sederhana adalah mungkinkah saya memaksakan ayat ini dan Iman percayaku kepada saudara-saudara yang beragama lain?



0 Response to "Patung Adalah Karya Seni, Apa Salah Patung Itu?"

Posting Komentar

Kalau Ingin Berkomentar!!!
-Mohon berkomentar sesuai dengan topik
-Dilarang Nyepam
-Link Hidup Langsung Dihapus