Melalui adu penalti, Arsenal sukses membungkam sepuluh pemain Chelsea untuk meraih trofi perdana di musim 2017/18.


LINTAS FAKTA - Di saat Chelsea memilih untuk mencadangkan Alvaro Morata dan memercayai Michy Batshuayi, Arsenal langsung memainkan Alexandre Lacazette sebagai ujung tombak di pertandingan ini, yang mengisyaratkan keinginan Arsene Wenger memainkan permainan agresif, dan itulah yang terjadi.

The Gunners mengawali pertandingan dengan sangat positif, kecepatan Danny Welbeck, Oxlade-Chamberlain dan Alex Iwobi membuat pertahanan Chelsea kerepotan, nama terakhir bahkan mendapat ruang di sudut sempit kotak penalti pada menit kesepuluh, namun gagal mengelabui Thibaut Courtois.

Pada menit ke-23, Lacazette menunjukkan kualitasnya, mendapatkan hadangan Gary Cahill, striker yang direkrut dari Lyon itu masih mampu melepas tembakan melengkung di dalam kotak penalti, Courtois gagal menjangkau tapi sayang bola hanya menghantam tiang.

Ketika laga menginjak setengah jam, terjadi insiden yang melibatkan Cahill dan Per Mertesacker. Keduanya berebut bola dan bek Arsenal harus terkapar dengan kepala mengeluarkan darah, hal tersebut membuat The Gunners bermain dengan sepuluh pemain, dan Chelsea mampu memanfaatkannya untuk membalikkan momentum bahkan setelah Sead Kolasinac masuk.


Kiper Petr Cech dipaksa melakukan penyelamatan pada menit ke-35, ketika umpan panjang Willian mengarah tepat kepada Pedro yang kemudian melepas tembakan keras terarah. Dalam sepuluh menit terakhir, kedua tim tidak mampu memecah kebuntuan sehingga skor tanpa gol bertahan hingga turun minum.

Pada paruh kedua, petaka mendatangi Arsenal, Chelsea sukses mencuri gol cepat ketika laga baru dimulai kembali selama dua menit. Memanfaatkan situasi tendangan penjuru, Victor Moses lolos dari penjagaan saat mengejar umpan Cahill dan tanpa kesalahan menaklukkan Cech untuk mengubah skor menjadi 1-0.

Arsenal berusaha keras mengejar ketertinggalan, tetapi Cahill dan Luiz tampil istimewa di jantung pertahanan hingga membuat penyerang Gunners kesulitan. Courtois juga tidak kalah tangguh, ia melakukan penyelamatan gemilang saat Elneny melepas tembakan dari sudut jauh pada menit ke-58.

Melihat kebuntuan ini, Arsene Wenger akhirnya melakukan perubahan, ia menghabiskan seluruh jatah pergantian pemain dengan memasukkan Olivier Giroud dan Theo Walcott, mengeluarkan pemain pada posisi identik yaitu Lacazette dan Iwobi.

Arsenal terus melakukan gempuran, pada menit ke-75, Courtois kembali dipaksa melakukan penyelamatan heroik, kali ini setelah ia menepis tembakan jarak jauh Granit Xhaka.

Bagaimanapun juga, ketika laga menginjak sepuluh menit akhir, giliran The Blues yang mendapatkan petaka. Pedro diusir oleh wasit karena melakukan tekel berbahaya dari belakang pada Elneny, sialnya bagi Chelsea, Arsenal mampu memanfaatkan bola mati yang didapat dari pelanggaran Pedro menjadi gol penyama kedudukan.

Tendangan bebas yang dieksekusi oleh Xhaka disambar dengan sempurna oleh Kolasinac, yang kali ini hanya bisa dipandang oleh Courtois sehingga skor menjadi 1-1. Di sisa waktu normal, Arsenal mendominasi atas sepuluh pemain Chelsea, tetapi laga harus dilanjutkan ke adu penalti karena tidak ada gol lagi yang tercipta.

Dalam babak tos-tosan tersebut, Arsenal memastikan diri menjadi juara setelah para penendang mereka tidak ada yang gagal, sementara dari pihak Chelsea menyaksikan Courtois dan Alvaro Morata tidak menjalankan eksekusi secara sempurna.



0 Response to "Melalui adu penalti, Arsenal sukses membungkam sepuluh pemain Chelsea untuk meraih trofi perdana di musim 2017/18."

Posting Komentar

Kalau Ingin Berkomentar!!!
-Mohon berkomentar sesuai dengan topik
-Dilarang Nyepam
-Link Hidup Langsung Dihapus