Makin Memanas, Buni Yani Wajibkan Ahok Bersaksi. Natizen : Mau Cari Popularitas Dan Dukungan Massa??



LINTAS FAKTA
- Nama mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama (Ahok), masih menjadi daya tarik massa sampai saat ini. Meski di dalam penjara, massa yang mendukung masih tetap banyak dan bahkan dikatakan tidak berkurang, khusus yang memang penggemar sejatinya. Hal ini dapat dilihat dari kiriman surat kepada Ahok yang masih lumayan banyak.

Apalagi nama Ahok tidak akan mudah dilupakan karena banyak hasil karyanya yang menjadi monumen pengingat hasil kerjanya selama menjadi Gubernur DKI. Yang paling fenomenal adalah Jalan Susun Semanggi yang akan diresmikan oleh Presiden Jokowi. Belum lagi Masjid Raya Jakarta serta RPTRA Kalijodo. Semua menjadi karya Ahok yang tidak bisa dilupakan.

Karena itulah nama Ahok diyakini akan memberikan popularitas bagi siapa saja yang mengait-ngaitkan sesuatu hal dengan dirinya. Hal ini disadari betul oleh Terdakwa kasus pelanggaran UU ITE Buni Yani. Buni Yani tidak mau kehilangan kesempatan mendapatkan keuntungan dari popularitas Ahok. Buni Yani pun meminta agar Ahok didatangkan dalam persidangannya sebagai saksi.

“Justru kita minta diwajibkan. Paksa Ahok datang oleh majelis hakim karena itu menyangkut informasi yang sudah diberikan,” kata Buni Yani saat ditemui seusai sidang di Gedung Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Bandung, Selasa (8/8/2017).

“Ada, cuma kita tidak ingin sampaikan sekarang karena itu materi perkara. Tapi bahwa nanti ada di BAP penyidik ada yang salah di sana. Kalau cuma dibacakan, kita tidak bisa kritisi, berat sebelah,” akunya.

“Pak Ahok, Anda bohong. Kita bisa bilang gitu kalau dia datang. Makanya harus datang minggu depan. Itu sudah perintah hakim, Ahok harus datang minggu depan,” tandasnya.


Keinginan Buni Yani untuk mengkritisi dan menyampaikan bahwa Ahok bohong sebenarnya tidaklah perlu lagi disampaikannya. Lah, Buni Yani saja sudah mengklaim bahwa Ahok bersalah dan juga Ahok sudah menerima vonis. Lalu hal apa lagi yang perlu diperdebatkan??

Pengacara Buni Yani sendiri bahkan sudah sempat mengatakan bahwa kehadiran Ahok sebagai saksi fakta tidak kompeten. Lalu mengapa Buni Yani tetap ngotot Ahok dihadirkan?? Apa sebenarnya yang mau disampaikan Buni Yani??

Jujur saja, tidak ada alasan lain yang diharapkan oleh Buni Yani selain popularitas. Buni Yani pasti menginginkan adanya liputan yang heboh terkait persidangannya dan itu hanya mungkin terjadi jika Ahok hadir dan bisa menghangatkan persidangan.

Modus ini terlihat jelas saat mereka menolak BAP Ahok dibacakan dalam persidangan dan meminta Ahok sendiri datang, meski peraturan sebenarnya memperbolehkan. Bahkan mereka menolak alasan jarak yang cukup jauh sebagai alasan Ahok tidak hadir. Buni Yani beralasan bahwa dia pun jaraknya jauh dan tetap hadir dalam persidangan.

Ya jelaslah beda. Buni Yani tersangka dan Ahok saksi. Ahok bisa menolak hadir dan bahkan bisa saja menolak bersaksi, kalau tersangka dan atau terdakwa tidak bisa. Kalau mau mangkir yah paling kena seret ke persidangan dan dicek semua alasan-alasannya.

Anehnya lagi, Buni Yani sampai harus mewajibkan dan memaksa Ahok untuk hadir dalam persidangannya. Sebuah kengototan dan keinginan yang terlalu tampak keinginan mencari untung dan popularitas dari Ahok seperti yang dilakukannya saat memprovokasi ucapan Ahok.

Buni Yani sepertinya sangat kecewa dengan tidak hadirnya Ahok dalam persidangannya. Keinginannya untuk head to head dengan Ahok pun batal. Padahal, Buni Yani ingin sekali bisa berdebat dengan Ahok terkait pernyataan-pernyataannya. Hal yang tentu saja akan menjadi jualan baru untuk usaha jualan agama Buni Yani.

Sayangnya, Ahok tidaklah lagi mau meladeni keinginan-keinginan seperti itu. Ahok diyakini tidak akan mau hadir sebagai saksi. Karena baginya semua sudah selesai. Kalau pun Buni Yani divonis bersalah atau tidak, itu bukan menjadi sebuah permasalahan baginya. Tetapi tindakannya ini malah membuat Buni Yani meradang karena gagal dapat popularitas.

Kalau hanya untuk memenuhi keinginan Buni Yani yang hanya ingin membantah BAP Ahok dan berdebat serta beradu argumen, maka kehadiran Ahok tidaklah diperlukan. Toh, kasus ini tidak akan semakin kuat atau lemah dengan kehadiran Ahok. Apalagi Ahok bukanlah pihak yang melaporkan Buni Yani.

Hal ini memang membuktikan bahwa Buni Yani perlu dan butuh Ahok untuk menaikkan popularitasnya yang semakin meredup. Tidak ada lagi dukungan massa dan juga yang paling penting dukungan dana. Dan semua itu akan menjadi mungkin dengan kehadiran Ahok. Sayangnya, semua akhirnya tidak terjadi karena Ahok menolak untuk bersaksi di pengadilan.

Kasihan Buni Yani. Mau cari popularitas dan dukungan massa pun susah. Sampai harus “mengemis” supaya Ahok datang. Parah!!

Salam Ahok Tolak Bersaksi.


0 Response to "Makin Memanas, Buni Yani Wajibkan Ahok Bersaksi. Natizen : Mau Cari Popularitas Dan Dukungan Massa??"

Posting Komentar

Kalau Ingin Berkomentar!!!
-Mohon berkomentar sesuai dengan topik
-Dilarang Nyepam
-Link Hidup Langsung Dihapus