Fahri Hamzah Sudah Mulai Sindir Prabowo Di Nilai Tidak Kuat Melawan Jokowi


LINTAS FAKTA
- Baru kali ini kelihatan kalau bibir Fahri Hamzah tidak mau diajak main-main. Tidak tanggung-tanggung, sebuah tantangan tersamar dari bibir bergravitasinya menyambar Prabowo Subianto.

Dengan rasa tega level dewa, bibirnya melontarkan kata-kata berbumbu pedas yang tak sengaja dialamatkan kepada Prabowo. Penghuni bumi tentu tahu bahwa Prabowo adalah penantang serius Jokowi sejak 2014. Bahkan, Fahri Hamzah adalah politisi yang punya kedekatan khusus dengan Prabowo. Ini berkat persahabatannya dengan Fadli Zon, anak buah Prabowo yang bibirnya bernasib sama dengan milik Fahri.

Dalam keterkaitan seperti itu, kok bisa seorang Fahri berkata begini:
“Sepertinya sejak awal Pak Jokowi di antara semua calon yang menonjol dan paling dominan,” kata Fahri Hamzah di Cibubur, Jakarta Timur, Minggu (6/8/2017), sebagaimana diberitakan Kompas.com.

Bagaimana perasaan Prabowo, coba? Jelas-jelas diremehin oleh Fahri secara terstruktur. Artinya Prabowo tidak menonjol. Pada kesempatan itu juga Fahri Hamzah pun menilai wajar apabila makin banyak partai politik yang mendukung Presiden Joko Widodo untuk maju kembali dalam Pemilu 2019 mendatang.

Tentu akan lebih sakit bagi Prabowo ketika Fahri menganggap saat ini Jokowi sebagai petahanan memang merupakan calon yang paling berpeluang untuk kembali terpilih menjadi presiden. Sebagaimana diketahui, Partai Hanura, Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan telah menyatakan dukungannya.
Bahkan secara agak-agak gimana gitu, Partai Perindo yang selama ini kerap mengkritik pemerintah, juga berencana memberi dukungan ke Jokowi pada 2019. Dapat dibayangkan betapa pusingnya Prabowo untuk memantapkan diri sebagai calon presiden melulu.


Seolah tanpa mempertimbangkan pusingnya Prabowo, lagi-lagi Fahri melontarkan sindiran masif kepada Ketua Umum Partai Gerindra itu.

“Tantanganya untuk parpol lain, relevan enggak jadi pesaing Pak Jokowi? Bawa ide baru apa? Pak Jokowi sudah kelihatan bangun sana, bangun sini. Sekarang mau datang, apa idenya?” kata Fahri. Dan, lebih sadis lagi terlontarlah kata-kata ini dari bibir Fahri:
“Kalau tidak kuat, ya mendingan Pak Jokowi,” ucap dia.

Di mata Fahri jelas kelihatan betapa Prabowo itu lemah alias tidak kuat. Tidak jelas alasan Fahri hingga ngomong seperti itu. Kok teganya pakai kata-kata “kalau tidak kuat” segala. Apakah Fahri habis mendapat bocoran dari Titik Soeharto? Tidak ada wartawan yang tahu.

Bagi Fahri, untuk elite politik yang saat ini hendak menantang Jokowi pada 2019 harus mulai kritis terhadap pemerintah. Dengan begitu, publik bisa membuka mata untuk mereka. Jelas, kalau bibir Fahri tidak main-main ketika menyampaikan tantangan.

“Saya ingin elite berdebat menunjukkan pandangan yang berbeda, parpol yang tidak suka dengan Pak Jokowi berbicara tajam, tunjukkan perbedaan dan falsafah pandangan dalam menyelesaikan persoalan,” kata dia.

Tanpa tedeng aling-aling, menurut Fahri, Prabowo Subianto yang hendak diusung Partai Gerindra pada 2019 mendatang, juga belum cukup kritis terhadap pemerintah. Secara lugas, ia kemudian menyarankan agar Prabowo mulai vokal menyuarakan kritik dan masukannya.

“Biar publik bisa lihat bedanya. Sebab kalau Pak Prabowo banyak diam, publik akan melihat sama saja. Ini Pak Prabowo harus lebih kritis, konstruksi pemikiran harus dibangun. Enggak boleh Senin-Kamis, harus rutin,” kata dia.

Masya Alloh, Prabowo di mata Fahri ternyata rendah sekali. Tidak ada pikiran kritis muncul dari gagasan Prabowo untuk pemerintah. Bahkan, daya Prabowo untuk berusaha masuk bursa calon presiden baru Senin-Kamis. Bagi orang Jawa, istilah Senin-Kamis itu adalah gambaran orang yang megap-megap nafasnya. Bisa karena kelelahan atau memang sudah menjelang ajal.

Benar-benar sadis sindiran Fahri. Apakah ini sengaja supaya Prabowo Subianto dibuat kalah sebelum bertanding? Ini tentu penghinaan terbesar kepada mantan suami Titiek Suharto. Mengingat selama ini kalau kalah pasti setelah bertanding. Dengan syarat ada partai yang mengusung sesuai ketentuan presidential threshold 20 persen.

Masalahnya, partai-partai politik sedang berhitung cermat. Peluang Prabowo tinggal memberikan rayuan maut pada PKS, Demokrat dan PAN yang plin-plan itu. Sekalipun PDIP belum putuskan dukungan, rasanya mustahil si moncong putih mendukung Prabowo.

Yang sabar dan tabah ya Pak Prabowo, bibir Fahri Hamzah sejak terkena gaya gravitasi bumi secara masif memang begitu. Ditunggu saja, apakah sindirannya makin menggila atau tidak. Kalau sudah keterlaluan ya terserah Pak Prabowo baiknya bagaimana.

Sebaiknya sindirannya yang menganggap pesaing Pak Jokowi tidak kuat, dan tentu yang dimaksud Pak Prabowo, jangan diambil hati. Yang bisa mengukur kuat tidaknya Pak Prabowo kan bukan si Fahri, tetapi pertama-tama Bu Titik Suharto, bukan?


0 Response to "Fahri Hamzah Sudah Mulai Sindir Prabowo Di Nilai Tidak Kuat Melawan Jokowi"

Posting Komentar

Kalau Ingin Berkomentar!!!
-Mohon berkomentar sesuai dengan topik
-Dilarang Nyepam
-Link Hidup Langsung Dihapus