Demokrat Ingin Mesra dengan PDIP, Pantas Saja AHY Rajin ke Istana, Roy Suryo Berhenti Menyerang Jokowi


LINTAS FAKTA
- Terasa lucu jika kita melihat sikap Partai Demokrat akhir-akhir ini, padahal sebelumnya kader bahkan pimpinan partai tersbut selalu saling serang dengan PDIP, mereka memag tidak menyerang partai secara langsung tetapi dengan cara menyentil Joko Widodo tentunya mengundang respon balasan dari kader PDIP.

Lihat saja pertengan Juli kemarin, salah satu pentolan Partai Demokrat meminta Presiden Joko Widodo untuk tidak antiterhadap kritik yang disampaikan kepada pemerintah. Didi Irawadi Syamsuddin adalah sosok yang meminta agar Joko Widodo tidak alergi dengan kritik yang datang datang dari Presiden ke-6 yang juga Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.

Lebih lucunya Didi mengingatkan, SBY telah membuktikan terpilih sebagai presiden dua periode. Bahkan, pada periode kedua dengan suara rakyat yang sangat signifikan. Tapi yang patut kita tanyakan bagaimana dengan Munir, sampai monumen SBY alias Wisma Atlet, serta Jembatan Merah Putih di Ambon Didi sama sekali tak merasa jika sebelum melihat atau melontarkan kritikan harusnya berkaca dulu ?


Tak hanya itu, kelucuan  Didi terus berlanjut dimana ia menyatakan bahwa SBY sebagai mantan pemimpin negara yang sarat pengalaman, tentu sangat beralasan bila SBY memberikan kritik dan masukan yang tidak lain untuk kemaslahatan bangsa ini. Tapi Didi tak melihat bahwa Joko Widodo sedang sibuk bekerja melunasi hutang pembangunan SBY yang syarat akan pencitraan saja.

Memang Demokrat akhir-akhir ini sangat getol dalam melempar kritikan ke Istana, mulai dari pengunjuk rasa yang dituduh makar, ormas yang dibubarkan tanpa melalui proses pengadilan, hingga pengkritik di medsos yang dijerat UU ITE. Isu sampah tersebut sengaja di goreng oleh Partai Demokrat agar di daur ulang lagi untuk senjata dalam menilai kinerja Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Di penghujung Maret 2016, SBY pernah membandingkan dirinya saat mengatur menteri-menterinya dengan Menteri Kabinet Kerja di bawah pimpinan Presiden Jokowi beberapa kali terlibat perbedaan pendapat hingga muncul ke publik. Memang saat itu, mantan Presiden SBY mengungkapkan, selama 10 tahun memimpin dia membuat aturan yang tegas terhadap para menterinya. Perdebatan para menteri seharusnya hanya berada di antara anggota kabinet saja dan tidak menjadi konsumsi publik. Namun lagi-lagi sayang dia tak berkaca atu amnesia jika selama 10 tahun juga banyak menterinya terlibat korupsi.

Kali ini nampaknya Partai Demokrat mulai sadar jika secara masif menyerang Joko Widodo akan berakibat fatal sebab Joko Widodo juga mempunyai tingkat kepercayaan publik yang lebih jauh dari pimpinan partai Demokrat saat menjadi Presiden RI. Belum lagi banyak pihak yang membandingkan 10 tahun SBY dan 3 Tahun Joko Widodo, secara angka waktunya saja sudah tidak seimbang tapi secara hasil banyak yang patut kita acungi jempol dari 3 tahun Joko Widodo memimpin negeri ini.Arief Wakil Ketua Umum Partai Gerindra saja mengakui hal tersebut apalagi saya.


Sinyal Partai Demokrat yang ingin mesra dengan pemeritah memang semakin jelas dari  Putera Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono, Agus Harimurti Yudhoyono,  menemui Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis (10/8/2017) siang ini. Kedatangan Agus ke Istana untuk menemui Presiden sekaligus menyampaikan rencananya meluncurkan lembaga The Yudhoyono Institute.

Selain itu, Agus mengakui kedatangannya adalah untuk meminta doa restu kepada Presiden Joko Widodo terkait peresmian The Yudhoyono Institute. Serta meminta agar Presiden bisa menghadiri peluncuran lembaga dipimpin olehnya. Agus memang sudah beberapa kali datang menemui Presiden Jokowi, sebelumnya Agus juga bersilaturahmi ke Istana saat Idul Fitri.

Selai itu, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Roy Suryo mengakui, pada saat ini sudah bukan masanya antartokoh atau partai politik saling serang. Sebaliknya kata dia, justru perlu mulai membangun iklim politik yang sejuk. Kalau lihat tweet Roy Suryo selalu melakukan serangan kepada Joko Widodo bahkan terakhir Roy Suryo malah diserang balik karena gagal paham soal lambang negara dan bahkan tidak berkaca.

Namun belakangan ini, Roy Suryo sudah mulai menggunakan motif serba sejuk. Dalam sebuah rilis (Viva.co.id) Roy  mencontohkan di daerah, misalnya Aceh, antara Demokrat dan PDIP terbukti bisa berkoalisi mendukung sejumlah calon kepala daerah. Demikian juga misalnya di daerah Yogyakarta, walau tidak mungkin ada pemilihan gubernur tapi beberapa bupati dan wali kota misal Kulonprogo kami dengan PDIP juga kolaborasi. Artinya kalau di daerah bisa akrab, kenapa di pusat tidak,” kata Roy lagi.

Dengan motif iklim politik yang sejuk ini nantinya Demokrat mulai menampakan kemauannya untuk bermesraan dengan PDIP, bisa jadi pula kemesraan yang dimaksud adalah saat Pilpres 2019 nanti. Sebab maksud dari Roy tersebut adalah jika di daerah bisa akrab, kenapa di pusat tidak.



0 Response to "Demokrat Ingin Mesra dengan PDIP, Pantas Saja AHY Rajin ke Istana, Roy Suryo Berhenti Menyerang Jokowi"

Posting Komentar

Kalau Ingin Berkomentar!!!
-Mohon berkomentar sesuai dengan topik
-Dilarang Nyepam
-Link Hidup Langsung Dihapus