Eksepsi Buni Yani Ditolak Hakim, Apakah Ahok Menjadi Saksi ?



LINTAS FAKTA
- Buni Yani, jujur saya harus prihatin melihat dirinya, kesal karena video yang diunggahnya menjadi polemik dan menilai terlalu ikut campur sehingga dirinya sendiri ikut kena getah. Buntut dari videonya, dia pun juga kena sidang dan sekarang posisinya juga ikut terancam. Bagaimana tidak, eksepsi atau nota keberatan yang diajukannya ditolak majelis hakim.

Majelis hakim menolak seluruh nota keberatan atau eksepsi yang diajukan Buni Yani terhadap Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang lanjutan dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). “Keberatan tidak dapat diterima sehingga sidang dilanjutkan,” ujar Ketua Majelis Hakim M. Sapto dalam sidang yang digelar di Gedung Arsip, Jalan Seram, Kota Bandung hari ini.

Sapto mengatakan, Pengadilan Negeri (PN) Bandung berwenang untuk mengadili Buni Yani. Kemudian meminta jaksa melanjutkan persidangan ke pokok perkara dengan menghadirkan saksi-saksi. Saksi-saksi yang dimaksud adalah saksi yang memberatkan, yang diajukan oleh jaksa penuntut umum. Dari sini kita akan melihat bagaimana saksi jpu versi ini dan saksi jpu versi kasus Ahok, apakah lebih pintar atau sama saja.

Saya bukannya senang atau ikut selebrasi, karena saya sudah move on dan tidak lagi terlalu mempermasalahkan kasus ini karena terlepas dari apa pun yang terjadi pada Buni Yani, takkan mengubah apa yang menimpa Ahok. Andai meski Buni Yani nantinya dinyatakan bersalah, tetap hukuman terhadap Ahok takkan berkurang. Kita tetap takkan melihat Ahok hingga bebas nanti.


Hanya saja kita semua ingin keadilan, semoga keadilan, apa pun itu dapat ditegakkan. Kalau Anda membaca kolom komentar di mana pun, akan didapati kalau kebanyakan mengecam apa yang dilakukan orang ini. Sedikit banyak, orang ini ikut bertanggung jawab atas apa yang telah terjadi di negara ini. 8 hari pertama sejak pidato Ahok di Kepulauan Seribu, tidak terjadi masalah. Masalah baru muncul setelah video Buni Yani muncul. Dengan sedikit gubahan dan tambahan caption.

Hasilnya sungguh mencengangkan. Aksi tiga angka berjilid-jilid terus terjadi hanya untuk menjegal seorang Ahok. Tidak heran kalau Buni Yani juga ikut disidang dan bukan hal yang aneh jika nantinya divonis bersalah. Sementara itu, penasehat hukum Buni Yani, Aldwin Rahadian, mengaku keberatan dengan putusan sela yang dibacakan majelis hakim. Meski begitu, keberatan itu akan disampaikan dalam pokok perkara.

Namun ada satu hal yang menarik di sidang ini. Kabarnya JPU dari Kejaksaan Tinggi Jabar menyiapkan 17 saksi saat memasuki pokok perkara dengan terdakwa Buni Yani dalam kasus dugaan pelanggaran Undang-undang ITE. Mereka bahkan berencana memanggil Ahok. Memang masih belum bisa dipastikan seratus persen karena JPU masih melihat kebutuhannya dulu. “Jadi sesuai kebutuhan, jadi nanti akan hadirkan Ahok ya bisa saja,” imbuhnya. Kehadiran Ahok untuk memberikan kesaksian mengenai perbuatan yang dialamatkan pada terdakwa ini.

Apakah Ahok akan dihadirkan? Tapi kalau melihat kondisi sekarang, mungkin lebih baik jangan libatkan Ahok lagi. Bukan apa, takutnya nanti ada gerombolan you-know-who yang demo-demo lagi entah dengan tuntutan apa, hanya mereka yang tahu. Tapi saya juga percaya mereka takkan koar-koar sekeras dulu. Udah memble soalnya. Taring harimaunya sudah nggak ada. Dan saya kira Ahok pun sudah move on, tak mau lagi memperkeruh masalah dengan kesaksiannya. Tapi ini pendapat saya saja.

Tapi saya juga penasaran bagaimana kalau Ahok memutuskan memberikan kesaksian? Ini pasti bakal heboh se-nusantara raya. Setelah 3 bulan tidak kelihatan dicampur rumor tak jelas, kehadirannya pasti akan menimbulkan kehebohan baik bagi pendukung, orang awam apalagi gerombolan you-know-who. Apalagi kalau dia terlihat tenang, dan memberikan kesaksian pamungkas, sudah pasti bikin kelompok sebelah kejang-kejang dan kolesterol naik drastis hahaha.

Tapi apa pun itu, minggu depan akan dihadirkan sekitar 3 saksi. Nasib Buni Yani ke depan sudah dimulai sekarang sejak eksepsinya ditolak. Penolakan terhadap eksepsi saja sudah merupakan tanda, tapi semua bisa berubah seiring vonis hakim. Buni Yani mempertanggungjawabkan perbuataannya hari ini, dan puncaknya adalah saat vonis hakim nanti (entah kapan).




0 Response to "Eksepsi Buni Yani Ditolak Hakim, Apakah Ahok Menjadi Saksi ?"

Posting Komentar

Kalau Ingin Berkomentar!!!
-Mohon berkomentar sesuai dengan topik
-Dilarang Nyepam
-Link Hidup Langsung Dihapus