Ada Usulan Tim Anies-Sandi Jadikan Pulau Reklamasi Pusat Hiburan Malam, Lalu Dibantah



LINTAS FAKTA - Salah satu poin penting pada masa kampanye pasangan Anies-Sandi adalah penghentikan proyek reklamasi yang saat ini sedang berjalan. Terang-terangan pasangan ini menolak reklamasi meski proyek ini sudah dimulai pada pemerintah sebelumnya. Entah bagaimana caranya pasangan ini akan menghentikannya, masih belum jelas.

Pasangan ini sempat berjanji kepada warga Jakarta akan menghentikan reklamasi. Namun ada usulan untuk menjadikan pengerukan laut tersebut sebagai pusat hiburan malam. Anggota DPRD DKI Jakarta Bestari Barus mengaku bingung dengan adanya rencana tersebut. Menurutnya, Anies harus bisa berpikir secara taktis dan strategis saat nantinya menjabat sebagai pemimpin Pemprov DKI Jakarta. “Kalau sah jadi gubernur harus berpikir taktis dan strategis. Jangan asal sebut, kasihan masyarakat Jakarta loh,” katanya.

Pandangan serupa juga disampaikan oleh anggota DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike. “Jangan yang aneh-aneh dulu, intinya kan nanti sesuai komitmen visi misi mereka saja,” ujarnya. Kebijakan yang akan diambil oleh Anies-Sandi jangan sampai membuat aset daerah beralih. Mengingat pengembang wajib menyerahkan 5 persen wilayah reklamasi kepada Pemprov DKI Jakarta.

Sebelumnya, anggota tim kerja wisata dan budaya Anies-Sandi, Henry K Rudin mengungkapkan, ada usulan untuk memanfaatkan pulau reklamasi yang sudah terlanjur jadi. Usulan tersebut adalah menjadikan tempat hiburan malam. Sandiaga Uno juga mengatakan ada usulan dari teman-temannya di mana pulau reklamasi yang sudah terlanjur jadi akan dimanfaatkan sebagai sport city. Ada juga usulan hiburan nihht life atau night entertainment. Usulan sementara ditampung dulu, baru kemudian dibicarakan bagaimana prosesnya.

Tapi di media lain, ketua tim sinkronisasi Anies-Sandi malah mengatakan usulan pemanfaatan pulau reklamasi sebagai pusat hiburan malam tidak pernah ada dalam rencana, hanya sekadar usul. Memang benar hanya usul, tapi jelas ada indikasi ke arah situ. Begitu dikomentari, langsung dicounter dengan statement bahwa itu belum masuk rencana.



Bagi yang pertama kali mengikuti, pasti akan sedikit bingung. Tapi bagi pembaca yang sudah mengikuti politik sejak pasangan ini mencalonkan diri, tentu takkan heran lagi dengan kesimpangsiuran ini. Seolah sudah biasa hari ini ngomong begini, besoknya ngomong lain. Hari ini usul begini, besoknya bantah tak pernah ada usulan tersebut.

Salah satu contoh terbaik adalah DP rumah nol rupiah, nol persen, cicilan DP selama 6 bulan, hingga skema-skema lainnya yang membingungkan. Terlalu banyak versi dan revisi, dan seringkali terjadi karena cibiran dan kritikan dari publik. Dikritik, besoknya edit program, dikritik lagi, ubah lagi programnya, berubah lagi versinya, terlalu banyak ngeles, begitu seterusnya hingga entah sampai kapan.

Bukan program kerjanya yang bikin bingung, tapi ketidakkonsistenan itu yang bikin bingung, bertele-tele dan seolah tak ada pendirian tetap, sangat bergantung pada kritikan orang lain. Semakin sering dikritik, semakin sering melakukan perombakan program tersebut.

Seperti yang tadi dikatakan, lebih baik jangan bikin usulan yang aneh-aneh, nanti kena serangan kritik dan nyinyir, langsung pakai jurus ngeles dan bantah sana sini, lalu ujung-ujungnya tak ada kejelasan. Yang kasihan adalah warga Jakarta, diberi iming-iming yang manis, padahal itu hanya hal yang menggantung dan mengawang-awang. Apa yang bisa diharapkan oleh warga mengenai retorika, usulan, ide atau konsep apa pun yang terdengar brilian tapi pelaksanaan dan tindakan konkretnya nol besar.

Yang dibutuhkan saat ini adalah hasilnya, bukan hanya ide brilian tapi hasilnya tak tampak. Kalau hanya ide, siapa pun juga bisa. Lihat saja kerja pemerintah sebelumnya. Ide banyak, tapi eksekusinya memble dan loyo. Banyak proyek mangkrak yang merugikan negara. Banyak proyek yang tak kunjung selesai meski sudah belasan tahun. Kalau hanya rencana, siapa pun bisa membuatnya. Tapi hanya sedikit yang bisa mengubah rencana ini menjadi kenyataan, apalagi dalam waktu yang singkat. Apalagi pas pilkada dan kampanye, saat yang tepat untuk memenangkan hati warga, sering kali keluar ide yang aneh-aneh, tak masuk akal bahkan di luar kemampuan. Tapi itu banyak dilakukan demi suara.

Itulah mengapa banyak sekali janji kampanye yang tak bisa ditepati. Karena simpel, ngomong dan koar-koar lebih mudah daripada melaksanakan dan konsisten hingga selesai. Program yang wajar-wajar saja kadang sulit dilaksanakan, apalagi program aneh-aneh yang sering kali diubah sana-sini sesuai tingkat ngelesnya.




0 Response to "Ada Usulan Tim Anies-Sandi Jadikan Pulau Reklamasi Pusat Hiburan Malam, Lalu Dibantah"

Posting Komentar

Kalau Ingin Berkomentar!!!
-Mohon berkomentar sesuai dengan topik
-Dilarang Nyepam
-Link Hidup Langsung Dihapus