Selamat Ulang Tahun Ke-51 Pak Ahok. P.F. 29 Juni 2017. Banyak Doa Dan Cinta Untukmu


LINTAS FAKTA
- Kamis 29 Juni 2017, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok merayakan ulang tahunnya yang ke 51. Ahok yang bergelar Ir. Basuki Tjahaja Purnama, M.M memiliki nama Tionghoa Zhōng Wànxué / 鍾萬學 dikenal dengan panggilan Hakka Ahok (阿學) lahir di Manggar, Belitung Timur tahun 1966.

Nama Ahok menjadi semakin fenomenal sejak dia dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta pengganti Joko Widodo yang terpilih menjadi Presiden RI ke-7.

Kiprah Ahok sebagai Gubernur DKI bersama Djarot Saiful Hidayat sebagai Wakil Gubernur memang terlihat sangat berbeda dengan Gubernur-Gubernur sebelumnya. Kinerja Ahok banyak membawa perubahan positif pada DKI. Mulai dari membentuk pasukan oranye untuk membersihkan sungai-sungai di Jakarta yang tadinya sangat kotor dan selalu menyebabkan banjir ketika musim hujan, membangun taman-taman umum untuk warga. Contohnya di daerah Sunter, Plumpang dan Taman Waduk Pluit. Warga Jakarta termasuk anak-anak bisa mendapatkan hiburan gratis ditengah padatnya aktivitas Jakarta.


Ahok juga sudah membebaskan daerah Kampung Pulo, sebuah kawasan tepat di bantaran kali Ciliwung, Jakarta Timur dekat kampung Melayu yang dikenal sebagai wilayah pemukiman padat. Daerah ini sebenarnya bukan untuk pemukiman penduduk karena seringnya dilanda banjir saat musim hujan. Dengan ketegasannya, Ahok berhasil membebaskan lahan bantaran sungai Kampung Pulo ini pada Agustus 2015.

Ahok juga membebaskan lahan bantaran Kalijodo yang sudah lama menjadi legenda kurang baik di masa lalu, yang mana Gubernur sebelum-sebelumnya juga tak “bisa” membebaskan lahan prostitusi tersebut. Namun di masa pemerintahan Presiden Jokowi serta Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta, daerah itu berhasil dibebaskan pada Februari 2016  dan penduduknya dipindahkan ke rumah susun yang layak. Sebuah prestasi yang sangat membanggakan.

Ahok juga membangun transportasi umum Jakarta yang layak. Diantaranya adalah Bus Trans Jakarta dengan kualitas dunia yang bukan hanya beroperasi di pusat ibukota, namun juga menghubungkan ibukota dengan kota-kota kecil pinggir Jakarta.

Banyak kemajuan yang sudah diusahakan Ahok yang tidak bisa disebutkan satu persatu disini. Berbagai prestasi positif juga sudah ditorehkan Ahok sebagai Gubernur, mewakili Pemprov DKI tentunya. Diantaranya adalah:


*WWF Award, Kategori National Earth Hour Capital 2015 and 2016. DKI Jakarta layak menjadi panutan bagi kota-kota lainnya di Indonesia dalam hal ambisi, upaya, rencana kegiatan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. DKI Jakarta disejajarkan dengan 16 kota di dunia lainnya yang memenangi penghargaan serupa yaitu Belo Horizonte (Brazil), Boulder (Amerika), Chiangrai (Thailand), Edmonton (Kanada), Hue City (Vietnam), Lappeenranta (Finlandia), Montería (Kolombia), Murcia (Spanyol), Petaling Jaya (Malaysia), Quito (Ekuador), Rajkot (India), Santa Rosa (Filipina), Shenzhen (China), City of Singapore (Singapura), Tshwane (Afrika Selatan), dan Umeå (Swedia).



*PT Telkom Indonesia, Smart City Nusantara. DKI Jakarta telah memberikan aplikasi untuk berbagai kepentingan masyarakat, seperti internet akses berbasis Wifi layanan Social Media Analytic, layanan Pustaka Digital dan layanan Qbaca yang dianggap sebagai inisiatif pemerintah daerah dalam implementasi smart city.


*Indonesia Green Award 2016, The Most Inspiring atas prestasi memperbanyak Ruang Terbuka Hijau (RTH) di DKI Jakarta.


*4 penghargaan terbaik dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) yaitu Terbaik I Kategori Provinsi dengan Perencanaan Terbaik, Terbaik I Kategori Provinsi dengan Perencanaan Inovatif, Terbaik I Kategori Tingkat Pencapaian Millenium Development Goals (MDGs) Tertinggi Tahun 2015, dan Terbaik I Kategori Tingkat Pencapaian Indikator MDGs Terbanyak pada Tahun 2013-2015.


*Gus Dur Award 2016. Diberikan kepada sosok pejuang anti-korupsi yang selalu mengupayakan pelayanan publik yang baik, tegas, pemberani, bersih seperti sosok Gus Dur.


*Bappenas dan LKPP, Kategori National Procurement Awards alias Kepemimpinan dalam Transformasi Pengadaan Secara Elektronik yang berdampak pada penghematan anggaran.

*KPK, Kategori Penghargaan Anti Gratifikasi. Ahok dinilai berhasil mendorong pengendalian gratifikasi di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.

*Basarnas, Kategori Warga Kehormatan Basarnas. DKI Jakarta mendapat izin menggunakan helikopter milik Basarnas bila keadaan genting di ibukota, khususnya di wilayah Kepulauan Seribu. Fasilitas ini juga dapat digunakan untuk evakuasi korban maupun kegiatan lainnya.

*Alzheimers Disease International, Kategori Champion Alzheimer’s Disease atas dukungan dan kepeduliannya terhadap berbagai kegiatan peningkatan kesadaran penyakit alzheimer, demensia, dan peduli lansia.

*Bung Hatta Anti Corruption Awards, Kategori Tokoh Anti Korupsi. Kinerja Ahok dinilai telah berhasil mewujudkan integritas serta inovasi dalam kampanye mewujudkan transparansi anggaran.


*Democracy Awards. Diberikan kepada kepala daerah yang berhasil memainkan peranan memperkuat otonomi daerah dalam bingkai NKRI.

*Penghargaan Serikat Perusahaan Pers (SPS), Kategori Tokoh Politik Pilihan SPS. Ahok dianggap telah memenuhi empat kriteria yakni dikenal masyarakat luas, memiliki karya dan kinerja yang bisa dilihat oleh masyarakat, tidak cacat hukum serta karyanya bermanfaat untuk masyarakat.

*MURI, untuk kategori Rekor Layanan PTSP yang dalam setahun berhasil menerbitkan lebih dari 4 juta pelayanan perizinan, Rekor Sosialisasi Terorisme, sosialisasi pencegahan terorisme yang melibatkan 7.200 orang bersama BNPT dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme dan Rekor Merakit Robot dimana sebanyak 1.000 siswa siswi Taman Kanak-kanak se-Jakarta Barat ramai-ramai merakit robot pohon.

*MNC Group, Kategori Tokoh Kontroversial.
Tragisnya, sederet prestasi fenomenal diatas seakan-akan menjadi tidak berarti lagi gara-gara sebuah kalimat pedas dan tegas yang ditujukan Ahok pada para anggota DPRD DKI Jakarta yang dinilai tidak masuk akal dalam mengajukan rencana anggaran sebesar Rp 8,8 triliun untuk sosialisasi pemahaman masyarakat terhadap SK-SK Gubernur DKI.

Kalimat legendaris itu adalah “Pemahaman Nenek Lu!”

Ahok mengimbau agar oknum-oknum di DPRD menghentikan upaya-upaya memasukkan dana-dana tak jelas. Ahok berani bertarung untuk membuat anggaran DKI tepat sasaran. Ahok berani mengorbankan jiwa raganya untuk melindungi uang rakyat.

Namun sayang, justru akhirnya sebagian rakyat yang dilindunginya itulah yang malah ikut menjebloskan Ahok ke dalam penjara gara-gara termakan kebencian yang dihembuskan politikus-politikus busuk yang sakit hati atas sikap tegas Ahok menutup kran korupsi, dengan mengatasnamakan Tuhan dan agama sehubungan juga dengan ucapan Ahok tentang Surat Almaidah 51 yang selama ini memang dipakai oleh orang-orang jahat dan serakah itu untuk menjegal karier perpolitikan Ahok.

Ahokpun akhirnya harus rela dituduh dan dihukum sebagai penista agama dalam hal ini adalah agama Islam. Padahal sudah ada banyak bukti usaha dan kerja Ahok yang berdampak langsung kepada kebaikan Islam itu sendiri. Diantaranya adalah:

*DKI Juara Umum Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) t2015, dan dengan bonus. Juara 1 Rp 40 juta, juara 2 Rp 30 juta, juara harapan 1 Rp 12,5 juta, dan juara harapan 2 Rp 10 juta.

*Yang paling fenomenal adalah Ahok berhasil menutup tempat-tempat yang dikenal sebagai tempat prostitusi, perdagangan manusia, transaksi narkoba, dan dianggap oleh kalangan Islam sebagai pusat maksiat. Tempat-tempat ini tidak pernah terbayangkan akan berhenti operasinya.

*Membangun Masjid Fatahillah di Balai Kota dengan dana Rp. 18.8 M setelah selama puluhan tahun dan belasan gubernur Jakarta yang muslim, Balai Kota tidak memiliki Masjid.

*Membangun Masjid Agung Jakarta Rp. 170 M di Daan Mogot, Jakarta Barat sebagai Masjid raya provinsi. Masjid Istiqlal adalah masjid Negara. Setelah selama puluhan tahun dan belasan Gubernur Jakarta yang muslim, Ibu Kota ini tidak memiliki Masjid Agung.

*Selalu berqurban setiap tahun dari dana pribadi, tahun 2016 memotong 55 ekor sapi untuk warga Rusun dan dikirimkan ke Masjid, Musola dan Majelis Taklim.

*Memberikan diskon harga-harga sembako menjelang Lebaran Hari Raya untuk pemegang KJP. Sebagai contoh, harga daging Rp. 120.000/kg di pasaran menjadi Rp.39.000/kg dengan KJP.

*Membangun Masjid-Masjid di setiap rusun misalnya Masjid Al-Muhajirin di Rusun Pesakih, Jakarta Barat.

*Memajukan jam pulang PNS selama bulan Ramadhan, pk. 14.00 agar bisa buka puasa bersama keluarga.

*Mulai tahun 2016, KJP (Kartu Jakarta Pintar) diberikan ke pelajar-pelajar sekolah-sekolah Islam: Madrasah (dari Ibtida’iyah sampai Aliyah). Total budget KJP 2016: Rp2.5 Triliun.

*Rutin memberikan infaq, shadaqah dan zakat. Tahun 2016, zakat Ahok Rp. 55 juta. Peduli pada Lembaga Zakat, Infaq dan Shadaqah (Bazis) DKI yang setiap tahun menyalurkan zakat, tahun 2016: Rp. 6 Miliar zakat disalurkan ke mustahiqq.

*Mengumrohkan total 220 Penjaga Masjid/Musola (Marbut) dan Makam (kuncen) selama 2014-2017.

*Membangun Mushola di setiap RPTRA (Ruang Publik Terbuka Ramah Anak).

*DKI Juara ke-2 Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) 2016 di NTB. Pemenangnya diberi bonus gaji bulanan selama 2 tahun untuk mengajar ngaji.

*Memberikan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul kepada penerima KJP yang mendapatkan Perguruan Tinggi, setiap tahun memperoleh 18 juta.

*Memajukan Masjid Jakarta Islamic Centre (JIC) Jakarta Utara sebagai Etalase Keilmuan Keislaman dan Wisata Religi. Ahok juga selalu memberikan bantuan ke Masjid-Masjid, Musholla-Musholla dan Majelis-Majelis Taklim. Berdasarkan SK GUB Nomor 2589 Tahun 2015 ada 118 Musholla, Masjid dan Majelis Taklim yg mendapat bantuan, dengan kisaran bantuan sebesar 15 juta-75 juta rupiah. Berdasarkan SK GUB Nomor 308 tahun 2016 ada 125 Musholla, Masjid dan Majelis Taklim yang mendapat bantuan dengan kisaran bantuan sebesar 15 juta s/d 100 juta rupiah. Ahok pun membeli tanah di sekitar Masjid agar menjadi ruang terbuka hijau dan membuat taman yang nyaman.

*Memberi gaji kepada guru mengaji di masjid-masjid dengan UMR DKI Rp 3,1 juta.


Betapa bodohnya “kalian” yang telah menyia-nyiakan orang yang tulus ingin mengabdi buat bangsa dan negaranya. Belum lagi sikap-sikap jahat yang sama sekali tidak mencerminkan sifat keTuhanan dan keagamaan itu sendiri. Sekalipun Ahok sudah dipenjara, “mereka-mereka” itu tetap tidak pernah merasa puas. Sama sekali tak ada kedamaian dan ketenangan dalam hidupnya. Kebencian terus diumbar dalam sikap dan tutur kata “mereka” sampai tega meracuni dunia anak-anak dengan mengajarkan halal mengkafirkan dan membunuh sesama manusia yang tidak sama dengan “mereka”.

Tapi sudahlah, toh Ahok sendiri juga sudah ikhlas dengan semua kejadian ini dan telah menemukan ketenangan lahir batin didalam penjara sana. Fisik Ahok jadi lebih bugar, rohani Ahokpun jadi lebih terbangun dari sebelumnya. Keluarga Ahokpun juga sudah bisa kuat menerima semua kenyataan yang tidak sesuai dengan harapan mereka ini.

Sama sekali tak ada persungutan dan penyangkalan dalam diri Ahok dan keluarganya. Mereka tetap percaya dan berharap pada Tuhan Yesus Kristus. Tak goyah sedikitpun. Justru semakin tegak tercacak menganggap ini semua sebagai moment yang sangat tepat untuk menjadi pelaku-pelaku Firman. Dalam semuanya ini, Ahok dan keluarganya tetap memuji Tuhan dan menganggap Tuhan itu baik. Terpujilah Tuhan.

Dan jika sekarang Pak Ahok berulang tahun yang ke 51, aku sangat bersemangat ingin memberi hadiah ulang tahun kepada Ahok dan keluarganya. Sebuah hadiah kecil dariku berisi tulisan-tulisan perjuanganku selama ini yang terinspirasi dari sepak terjang Ahok, Bu Vero dan anak-anaknya.

Semua artikel-artikel yang sudah aku tulis di Seword.com terkait Ahok dan keluarganya sengaja aku print dan aku kirim ke penjara Mako Brimob supaya bisa dibaca secara langsung oleh Ahok, diiringi dengan doa setulus hati yang aku haturkan pada Tuhan untuk ketenangan dan kebahagiaan beliau sekeluarga.

Bersama ini juga aku sertakan sebuah surat untuk Ahok yang aku tulis secara langsung dari tanganku sendiri dan tangan mungil anak-anakku.

Sebuah surat cinta dan kartu ucapan ulang tahun untuk seorang Basuki Tjahaja Purnama yang cahayanya tak pernah redup sedikitpun sekalipun beliau berada di balik tebalnya dinding penjara. Akan kuhitung hari demi hari dengan sabar untuk bisa menyaksikanmu keluar dari penjara. Akan kutunggu 24 Purnama untuk melihatmu bebas pada saatnya nanti. Akan kunikmati juga perasaan campur aduk ini setiap kali mengingatmu, untuk sekedar menyadari betapa aku sangat merindukan seorang Ahok bisa bekerja lagi membangun negeri.


Selamat Ulang Tahun Pak Ahok. Sehat, panjang umur dan bahagialah selalu dimanapun kau berada. TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau; TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera. Kiranya damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus. Amin.











0 Response to "Selamat Ulang Tahun Ke-51 Pak Ahok. P.F. 29 Juni 2017. Banyak Doa Dan Cinta Untukmu"

Posting Komentar

Kalau Ingin Berkomentar!!!
-Mohon berkomentar sesuai dengan topik
-Dilarang Nyepam
-Link Hidup Langsung Dihapus