Sandiaga Uno Batalkan Program KJJ, Para Jomblo Durjana (Duda Terlantar Janda Merana) Pun Gigit Jari


LINTAS FAKTA
- Mungkin karena sadar akan program mereka yang sangat tidak bermutu dan sangat tidak bermanfaat bagi kemaslahatan warga DKI pada umumnya, maka Sandiaga Uno, Wakil Gubernur DKI terpilih, akhirnya membatalkan program Kartu Jakarta Jomblo (KJJ) yang semasa kampanye katenye bisa menyelesaikan permasalahan para jombloers yang belum laku-laku di Jakarta.

Selain membatalkan program Kartu Jakarta Jomblo, Sandiaga Uno juga membatalkan rencananya untuk menyediakan Pojok Taaruf atau Arena Perjodohan di RPTRA (Ruang Publik Terpadu Ramah Anak).

Padahal RPTRA (Ruang Publik Terpadu Ramah Anak) itu adalah ide dari ibu Veronika Tan untuk menyediakan tempat bermain dan fasilitas tumbuh kembang anak-anak di DKI, lha ini malah mau dijadikan tempat cari pacar sama Sandiaga Uno di lokasi-lokasi RPTRA yang telah dibangun Ahok dengan susah payah.

Sekalipun dibungkus dengan dalih kegiatan-kegiatan terselubung seperti lomba ini itu, dan lain sebagainya, Pojok Taaruf itu tidak lebih tidak kurang tujuannya sebagai wadah Biro Jodoh bagi para jomblowan dan jomblowati yang masih belum laku-laku untuk saling lirik dan curi-curi pandang lalu saling kenalan dan saling bertukar nomor HP di lokasi-lokasi RPTRA.

“Nanti di RPTRA kan sudah dibangun, tetapi kurang kegiatan. RPTRA mungkin nanti bisa difasilitasi ada pojok taaruf. Jadi mereka yang jomblo datang, terus ada kegiatan game, misalnya catur, permainan bakiak sama-sama, atau lomba 17-an,” ujar Sandiaga Uno dengan mantapnya.

Kok bisa sampai segitunya ya. Rencana program yang aneh dan sangat tidak masuk di akal sehat itu bikin pak Djarot gerah. Sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, pak Djarot akan menerbitkan Perda yang melarang aktifitas cari jodoh dalam bentuk apapun di RPTRA agar penggunaannya sesuai fungsi RPTRA itu sendiri.

“RPTRA tidak bisa digunakan sebagai tempat mojok untuk cari jodoh, enggak boleh ya, karena (RPTRA) itu untuk anak, untuk perempuan,” kata pak Djarot.

Mungkin merasa bahwa program Kartu Jakarta Jomblo dan Pojok Taaruf di RPTRA tidak bermutu sama sekali, akhirnya dengan malu-malu meong program itu akhirnya dibatalkan Sandiaga Uno.

Kasihan para jomblowan dan jomblowati DKI yang harap-harap cemas sudah ngebet ingin cepat dapet pacar, eh ndilalah ternyata dikadalin doang sama Sandiaga Uno. Program ngaco dan hanya akal-akalan doang yang digembar gemborkan dengan penuh antusias demi meraup suara supaya bisa menang dalam konstelasi Pilkada DKI 2017.

Kini para jomblowan dan jomblowati yang belum terjamah, termasuk namun tidak terbatas pada Jomblo Durjana alias Duda Terlantar Janda Merana pun mau tidak mau harus gigit jari. Angan-angan indah yang terbayang-bayang di pelupuk mata mereka kini sirna sudah, hilang lenyap ditiup hembusan angin malam yang mencekam.

Kini satu per satu janji-janji Anies Baswedan dan Sandiaga Uno mulai berguguran. Layu sebelum berkembang. Kau yang berjanji kau yang mengingkari, kau yang mulai kau yang mengakhiri. Sungguh terlalu.

Mending fokus ngurusin Jakarta dengan penyediaan lapangan kerja, penyediaan hunian yang layak tinggal, peningkatan fasilitas pendidikan dan kesehatan, peningkatan Infrastruktur, peduli terhadap kaum lansia, anak yatim piatu dan kaum dhuafa, maka akan lebih berkah dan bermanfaat daripada ngurusin masalah yang begituan.

Dengan dibatalkan program abal-abal Kartu Jakarta Jomblo tersebut, maka ketahuan sudah bahwa Sandiaga Uno telah menghalalkan segala cara untuk menang. Yang penting sudah menang jadi Wakil Gubernur DKI yang terhormat, tinggal batalin satu per satu program asal cuap yang asbun doang. Habis perkara. Mau protes, bodoh amat. Sudah sah terpilih secara konstitusional.

Setelah Kartu Jakarta Jomblo (KJJ) dibatalkan, siap-siap menyusul janji penutupan Alexis dibatalkan, janji Stadion dengan rumput sekelas Old Trafford dan kursi sekelas Allianz Arena dibatalkan, dan janji-janji palsu lainnya.

Para jomblo merana harap tenang dan bersabar ya, ini ujian bagi kalian para jomblowan dan jomblowati yang dengan penuh semangat juang 45 telah mencoblos paslon Anies Baswedan dan Sandiaga Uno dengan harapan agar bisa cepat dapat jodoh. Kapokmu kapan.

Mbok ya mikir, soal jodoh itu Tuhan yang atur, bukan Kartu Jakarta Jomblo. Kalau mau, jangan tanggung-tanggung, sekalian bikin aksi sejuta umat bela Jomblo, menuntut agar program kerja Kartu Jakarta Jomblo (KJJ) itu tidak boleh dibatalkan. Sekalian minta program KJJ itu diupgrade menjadi KJJ Plus berupa program Kartu Jakarta Selingkuh dan Kartu Jakarta Hamil Tanpa Suami.



0 Response to "Sandiaga Uno Batalkan Program KJJ, Para Jomblo Durjana (Duda Terlantar Janda Merana) Pun Gigit Jari"

Posting Komentar

Kalau Ingin Berkomentar!!!
-Mohon berkomentar sesuai dengan topik
-Dilarang Nyepam
-Link Hidup Langsung Dihapus