Sandiaga Buat Opini Pemanggilan Dirinya Adalah Karena Ada Yang Sakit Hati Kalah Pilkada


LINTAS FAKTA
- Entah ya kenapa setiap saya mau berpikir positif dan mencoba memberi dukungan ke Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih Jakarta yang baru kok ya ada saja kejadian atau berita mengenai mereka yang membuat saya akhirnya gagal berpikir positif.

Kali ini soal sang Wakil Gubernur terpilih Sandiaga Shalahuddin Uno. Seperti kita tahu sebelum Pilkada lalu Sandi pernah dipanggil Kepolisian untuk dimintai keterangan terkait kasus penipuan. Tapi ia sampat mangkir, pun kemudian alasannya minta ditunda sampai Pilkada selesai. Padahal pada saat kasus Ahok maupun Sylviana Murni bergulir, kubu mereka jugalah yang meminta agar Polisi segera mengusut dan tidak menunda-nunda menunggu Pilkada selesai. Dasar semaunya sendiri!

Nah kali ini ada lagi kelitan dari Sandiaga. Berdasarkan surat nomor S.pgl/7621/VI/2017/Ditreskrimum, Sandiaga dipanggil pada Selasa, 20 Juni 2017, pukul 10.00 WIB terkait dengan kasus penggelapan jual-beli tanah di Curug, Tangerang. Namun Sandiaga menunda pemanggilan tersebut lantaran kuasa hukumnya sedang cuti bekerja. Sandi menuturkan pengalamannya diperiksa di kepolisian memakan waktu yang cukup lama. Karena itu, ia menunda pemanggilan tersebut.

Pengalaman saya, kalau di sana empat jam, terus ini kalau ditambah menjadi enam jam, ke Bandung enggak kekejar dan saya enggak didampingi kuasa hukum juga,”

“Kami meminta juga setelah Lebaran, karena kami harus berangkat ke Bandung dan kuasa hukum saya sudah libur, cuti. Surat kuasa sudah saya tanda tangani, insya Allah nanti dijadwalkan setelah Lebaran,”

Hmmm kok ya ada saja alasannya. Lah cuti bersama kan resminya baru Jum’at ini. Enak ya kantor pengacara Sandiaga Uno liburnya sudah beberapa hari lebih dulu. Terus kok ya Sandi ini enak banget kayaknya bisa ngatur-ngatur Kepolisian. Lah memangnya orang-orang yang pernah berurusan sama Kepolisian tak punya kepentingan lain? Ahok saja saat itu sibuk kampanye tapi tetap datang ke kantor polisi dan menjalani sidang.

Menurut Sandi, kasus ini terkait dengan pertarungan pemilihan kepala daerah (pilkada) DKI Jakarta yang sudah usai pada 19 April 2017.

"Begitu sudah kalah pilkada, enggak bisa terima, akhirnya didorong lagi,”

Loh kok sekarang dibelokkan lagi seolah ini jadi balas dendam Pilkada? Kalau semua pemeriksaan Polisi kemudian dihubungkan Pilkada maka boleh nggak nih Bang Sandi kita juga bilang bahwa tekanan hukum atas kasus Ahok juga merupakan ulah sekelompok orang (mungkin saja ada di antara pendukungmu juga) yang bertujuan politis agar Ahok kalah dengan menjatuhkan nama baiknya dan membuat opini buruk di masyarakat?

“Tidak ada yang ditutupi dan kami tanggapi dengan serius. Kasus yang mengada-ada ini bisa jelas untuk polisi agar bisa mengambil keputusan,”

Nah kalau tidak ada yang ditutupi dan memang dianggap serius ya jangan mangkir dari pemeriksaan dengan banyak alasan dong. Apalagi kemudian membuat opini seperti “ah ini usaha menjegal kami“, “ini black campaign“, setelah menang “ah ini mah karena nggak terima kalau kalah“. Datang saja ke kepolisian, jalani prosesnya, dan buktikan kalau kasus ini salah. Toh posisi Anda adalah saksi, bukan tersangka. Kenapa harus membuatnya seolah Anda adalah korban dari upaya membalas kekalahan dengan kriminalisasi? Justru cara pikir Anda yang sedikit-sedikit menganggap segala sesuatunya adalah “upaya menjatuhkan” dan “balas dendam” membuat kami bertanya-tanya, jangan-jangan apakah justru kalian yang sering melakukan hal seperti ini?



0 Response to "Sandiaga Buat Opini Pemanggilan Dirinya Adalah Karena Ada Yang Sakit Hati Kalah Pilkada"

Posting Komentar

Kalau Ingin Berkomentar!!!
-Mohon berkomentar sesuai dengan topik
-Dilarang Nyepam
-Link Hidup Langsung Dihapus