Mengapa Ahok Rela Dipenjara?

Ahok dengan penghargaan yang diperoleh DKI Jakarta

LINTAS FAKTA
- Tak terasa sudah satu bulan lebih sejak Ahok divonis bersalah pada kasus penodaan agama. Dan sejak saat itu Ahok dinyatakan sebagai tahanan. Semula Ahok ditahan di Rutan Cipinang, tetapi melihat kondisi keamanan yang tidak memungkinan Ahok ditempatkan di situ, maka malam itu juga ahok dipindahkan ke Mako Brimob Kelapa Dua, Depok.

Keputusan Hakim yang menyatakan Ahok bersalah karena telah menodai agama, mendapat reaksi dari masyarakat. Ada pro tentu apa pula yang kontra. Yang pro terhadap keputusan Hakim yang memvonis Ahok 2 tahun penjara adalah mereka dari kalangan yang membenci Ahok, seperti FPI, GNPF-MUI, serta pengusung demo 212. Sedangkan yang kontra tentu saja dari para pendukung Ahok. Menurut mereka Ahok tidak layak mendapat vonis bersalah, karena kata-kata Ahok yang dipermasalahkan tersebut tidak bermaksud untuk menodai agama Islam seperti yang dituntut oleh mereka yang membenci Ahok.

Keputusan Hakim untuk menjatuhkan vonis dua tahun penjara juga dinilai kontroversi karena vonis tersebut telah keluar dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum yaitu hukuman 1 tahun dengan masa percobaan 2 tahun. Keputusan Hakim yang keluar dari tuntutan Jaksa tersebut dinilai sebagian kalangan tidaklah lazim. Bahkan menurut Djarot keputusan Hakim telah diintervensi.

“Itu termasuk intervensi, karena demo (55) itu mempengaruhi hakim untuk menuntut pak Ahok, jadi jangan dibolak balik,” ujar Djarot di Jakarta Islamic Center, Koja, Jakarta Utara, Jumat (5/5/2017),  seperti dikutip dari Tribunnews.

Sebenarnya keputusan Hakim yang memvonis Ahok hukuman penjara selama 2 tahun belum menjadi keputusan final, karena Ahok berhak untuk mengajukan banding atas keputusan tersebut, begitu juga dengan Jaksa Penuntut Umum. Jika mereka merasa bahwa keputusan Hakim tersebut tidak adil, maka mereka berhak untuk mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.

Tetapi seperti yang kita ketahui bersama, ternyata baik Ahok mau pun Jaksa Penuntut Umum akhirnya mencabut permohonan banding mereka, dengan demikian keputusan Hakim yang memvonis ahok dua tahun penjara tersebut menjadi final dan berkekuatan hukum. Dan Ahok harus menjalani hukumannya selama dua tahun.

Yang menjadi pertanyaan adalah kenapa Ahok mencabut permohonan bandingnya? Bukankah itu salah satu cara untuk membebaskan dirinya dari hukuman penjara? Kenapa Ahok justru rela dirinya dihukum selama 2 tahun? Padahal banyak kalangan yang menilai bahwa Ahok tidak menodai agama seperti yang dituduhkan kepadanya?

Banyak pembenci Ahok yang menilai bahwa keputusan Ahok mencabut permohonan banding ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, karena Ahok telah mengakui kesalahannya. Sebenarnya bukan itu yang terjadi. Ada sesuatu yang diperjuangkan oleh Ahok melalui pengorbanan dirinya ini.

Menurut Ahok jika permohonan banding itu terus dilanjutkan maka kegaduhan di masyarakat akan terus terjadi. Demo yang berjilid-jilid akan terus dikobarkan. Demo yang terus menerus dipertontonkan tersebut selain mengganggu masyarakat umum juga memerlukan biaya yang tidak sedikit untuk pengamanannya. Semakin banyak yang berdemo tentu polisi juga akan mengerahkan semakin banyak personil untuk menjaga demo tersebut. Dan ini memerlukan biaya yang tidak sedikit. Ahok tentu memikirkan hal tersebut.

Demo yang berkepanjangan tentu juga ditakutkan akan dipergunakan oleh pihak-pihak tertentu untuk berbuat rusuh dan kekacauan yang akhirnya akan terjadi chaos. Kondisi chaos ini tentu sangat tidak menguntungkan bagi Presiden Jokowi. Apalagi sekarang Presiden Jokowi sedang giat-giatnya membangun inffrasturktur untuk dapat memperlancar pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dengan kondisi chaos tentu akan menghambat pembangunan tersebut. Dan Presiden Jokowi juga ada kemungkinan akan turut dilengserkan.

Untuk itulah Ahok mengorbankan dirinya sendiri untuk keutuhan bangsa Indonesia. Ahok rela dirinya dipenjara, asalkan keutuhan Indonesia tetap terjaga. Ahok tentu tidak ingin sahabatnya sendiri turut menjadi korban dari kasus yang sekarang dia alami. Pemerintahan sekarang harus terus berjalan untuk melawan radikalisme yang kian terus berkembang di Indonesia. Inilah yang ditakutkan oleh Ahok. Dia tidak ingin Indonesia menjadi hancur hanya karena dirinya memperjuangankan keadilan bagi dirinya sendiri.

Biarlah dirinya yang berkorban, asal keutuhan Indonesia tetap terjaga, dan pemerintahan Jokowi tetap terus berlangsung. Dan Indonesia tetap mempertahankan demokrasi yang sekarang sedang berjalan. Agar semua kalangan masyarakat mendapat hak serta kewajibannya tanpa ada perbedaan agama, ras mau pun golongan. Semua warga negara Indonesia adalah setara di mata hukum Indonesia, mau pun dalam pergaulan masyarakat sehari-hari.

Hidup itu harus berguna bagi masyarakat. Barulah dirimu akan dikenang sepanjang masa. Ahok telah berbuat banyak untuk masyarakat Jakarta, dan dirinya akan dikenang sebagai Gubernur DKI Jakarta yang dapat menata Jakarta hanya dalam kurun waktu 2 tahun saja. Dan Ahok akan menjadi Gubernur DKI Jakarta yang akan terus disebut dari generasi ke generasi. Dan Ahok akan terus menjadi pembanding bagi Gubernur-gubernur DKI Jakarta selanjutnya.

Ahok adalah Bapak Perjuangan Demokrasi Indonesia.


0 Response to "Mengapa Ahok Rela Dipenjara?"

Posting Komentar

Kalau Ingin Berkomentar!!!
-Mohon berkomentar sesuai dengan topik
-Dilarang Nyepam
-Link Hidup Langsung Dihapus