Maafkanlah Anies Atas Kesalahannya yang Dulu, Kini dan yang Akan Datang, Bagaimana Pendapat Kalian?



LINTAS FAKTA - Memaafkan Anies, ha? Sebagian warga Jakarta pasti langsung mengangkat alis dan berkomentar, sorry ya! Tunggu dia lengser atau tunggu dia dipecat dulu baru bisa dimaafkan. Apalagi yang  mengikuti sepak terjangnya selama dia berlaga di Pilkada masih menyisakan memori yang sulit dilupakan. Bagi pendukungnya gak masalah dan mungkin bereaksi : Ngapain, dia gak salah kok! Hm, tapi bagi yang berakal sehat pasti akan berpikir secara berbeda. Bagi yang mendukungnya jika melihat dan berpikir secara jernih, bisa jadi ada penyesalan yang tak terucapkan.

Kembali, maafkanlah Anies, bukan hanya dia manusia biasa yang tak luput dari kesalahan. Justru dia manusia luar biasa, seorang yang intelek bergelar PhD, pernah jadi menteri dan penggagas Indonesia mengajar. Sayang manusia luar biasa ini telah kehilangan rasionalitas dan kejernihannya dalam berpikir dan berucap belakangan ini. Memaafkannya secara insani bukan hal yg mudah apalagi bagi saya pribadi. Karena itu memaafkannya butuh bukan hanya usaha keras tapi hati yang ekstra lebar dan jiwa yang ekstra besar serta anugerah Ilahi.

Memaafkan Anies bukan bertujuan membuatnya berubah. Karena namanya hati dan watak yang udah dari sononya, kita tak akan kuasa mengubah hatinya yang seperti itu. Memaafkan kesalahannya bukan sekedar memaklumi sifat dan perangainya, karena dia mah memang gitu orangnya. Perangainya yang kerap mengumbar janji manis tapi bikin meringis, sinis, nyinyir, suka nyindir plus ekspresinya kerapkali membuat ilfil ketika melihatnya.  Ditambah inkonsistensi yang kronis, hari ini lantang ngomong A besok berubah jadi Z semakin membuat susah hati untu memaafkan orang ini.

Memaafkannya bukan karena diri kita lebih baik atau hati dan pikiran kita lebih bijaksana dari dia.  Bagi saya memaafkan Anies karena saya mengimani Sabda Tuhan. Ampunilah kesalahan sesamamu walaupun sampai 70 kali, artinya tak terbatas. Memaafkan sesungguhnya memberikan atau menunjukkan kasih yang tak terbatas dari sang Ilahi kepada mereka yang sebenarnya tidak layak mendapatkannya. Apakah Anies layak mendapatkan pengampunan kita? Secara manusia tidak, tapi dengan anugerah Ilahi kita bisa menunjukkan kebesaran anugerah Tuhan yang pengampunan-Nya yang tak terbatas atas semua kesalahan dan dosa kita.

Karena itu maafkanlah Anies jika dia sudah dibutakan oleh syahwat dan ambisi akan kekuasaan. Saking bernafsunya maka dia akhirnya show off atau malah offside melepas pemudik karena sudah kebelet untuk tampil dan eksis nunggu Oktober kelamaan. Memaafkan kesalahannya justru karena kita masih diberikan anugerah atau karunia oleh Tuhan kemampuan untuk membedakan mana yang baik, yang benar dan mulia. Syukurilah jika hati nurani kita masih vokal sehingga kita bisa membedakan mana yang baik dan bukan. Justru Anieslah yang patut dikasihani karena dia semakin kehilangan semua anugerah itu.

Maafkanlah Anies yang  mengklaim bahwa kemenangannya diraih karena pertolongan Allah Swt. Pilkada sudah berlalu tapi untuk meyakinkan dirinya sendiri bahwa dialah pemenangnya maka dia memakai nama Allah untuk menegaskan kemenangannya. Bersyukur kepada Allah bukannya tidak boleh tetapi jika memakai ayat atau agama untuk meraih kemenangan itu jelas bukan langkah elegan tapi lebih kepada kehilangan akal sehat dan moralitas serta nurani yang hilang.


 Memaafkan Anies bukanlah sikap lemah atau menunjukkan kita kalah. Memaafkan adalah justru suatu kekuatan dan kebesaran hati yang tidak mau disandera oleh kepahitan atau kekecewaan yang disebabkan oleh dia baik di masa lalu, kini dan yang akan datang. Jika kita terus fokus pada kelemahannya yang memang sulit diubah maka itu akan melelahkan dan  menguras pikiran, tenaga dan waktu kita.

Memaafkan justru akan membersihkan hati kita dari kebencian atau dendam dan segala hal yang negatif yang bisa merusak hati dan jiwa kita. Memaafkan akan menjernihkan kita dari segala pikiran yang dengki, benci dan marah serta membuat hati kita menjadi murni karena kita mau menyingkirkan segala yang negatif itu untuk tidak lagi bercokol dalam hati kita.

Memaafkan Anies menunjukkan keikhlasan atau kerelaan hati untuk menerima hal-hal yang kerap tidak kita harapkan atau sesuai dengan keinginan hati kita. Adakalanya TUHAN mengijinkan hal-hal yang tidak enak atau sesuatu  yang sangat tidak menyenangkan terjadi. Kita mungkin sudah berdoa agar Ahok jadi Gubernur lagi tapi ingat jawban Tuhan tidak selalu berarti ;”ya”, atas doa-doa kita. Kadang Tuhan menjawab tidak atau terlihat diam dan tidak menjawab. Tapi lagi-lagi ingat, Tuhan yang tetap memegang kendali siapapun pemimpin di dunia ini.

Memaafkan adalah sikap dan tindakan yang membuat kita bisa mengalami kelegaan hati karena hati kita tidak akan terkungkung dan menjadi sempit serta menciut oleh kebencian dan panas hati karena tingkah dan ulahnya. Memaafkan akan membuka ruang dalam hati kita untuk bisa diisi dengan hal-hal yang baik dan tidak diisi oleh kekesalan kita semata kepada orang ini.

Maafkanlah kesalahannya karena kita toh sudah paham kualitas dan kemampuannya. Bahkan kita bisa memprediksi ke depan kira-kira seperti apa Jakarta nanti. Karena menuntut sesuatu yang hebat dari dirinya hanyalah mimpi. Bisa, tapi hanya dalam tataran ide dan teori semata. Karena itu kalau dia menampilkan arogansi dan kepongahannya maka kita tidak perlu terusik karena kehebatan dan keberhasilan itu ukurannya adalah dengan kerja nyata, bukan cuma berteori atau ngomong besar doang.

Maafkanlah Anies karena saya dan kita semua percaya Tuhan tidak tidur. Tuhan tidak pernah diam. Secara senyap tapi pasti Tuhan akan menunjukkan atau menyingkapkan kebenaran yang sesungguhnya.  Kekuasaan itu jelas bukan milik Anies sendiri dan kekuasaan itu ada batasnya. Segala sesuatu kita harus pertanggungjawabkan baik di dunia maupun di hadapan Tuhan. Karena itu biar Anies yang akan mempertanggungjawabkan baik kepada publik maupun atasan yang sama-sama memberinya mandat. Terutama pertanggungjawaban yang lebih tinggi adalah kepada Tuhan.



0 Response to "Maafkanlah Anies Atas Kesalahannya yang Dulu, Kini dan yang Akan Datang, Bagaimana Pendapat Kalian?"

Posting Komentar

Kalau Ingin Berkomentar!!!
-Mohon berkomentar sesuai dengan topik
-Dilarang Nyepam
-Link Hidup Langsung Dihapus