Jangan Main-Main Dengan Hukum Di Jaman Jokowi, Ahok Saja Tidak Dibela

Presiden Joko Widodo saat membuka acara Konferensi Nasional Pemberantasan Korupsi 2016 di Balai Kartini, Kamis (1/12/2016)(Fabian Januarius Kuwado)

LINTAS FAKTA
- Presiden Joko Widodo (Jokowi) memang menjadi sebuah matahari perubahan yang memberikan pengharapan kepada rakyat Indonesia. Khususnya bagi mereka yang apatis dengan kondisi perpolitikan Indonesia. Golput menjadi pilihan dan gerakan perubahan tidak akan berdampak apapun karena pada akhirnya kepentingan pribadi dan kelompok yang dikedepankan.

Harapan atas Jokowi itu tentu saja sangat besar. Karena Jokowi mampu memberikan sebuah perbedaan sebagai seorang pemimpin ketika menjadi Walikota Solo. Jokowi bahkan beberapa kali meraih penghargaan dan menjadi nominasi walikota terbaik sedunia. Nama Jokowi memang tidak hanya terkenal di Indonesia saat itu, tetapi juga sudah mendunia.

Teladan dan gaya kepemimpinannya yang mampu menjauhkan kepentingan-kepentingan politik transaksional dan melakukan intervensi-intervensi atas kepentingan pribadi dan kelompok adalah sebuah nilai plus dari Jokowi. Itulah mengapa saat Jokowi diajukan sebagai Gubernur jakarta dan sebagai Presiden Indonesia, semangat perubahan birokrasi yang lebih baik dan transparan menjadi ciri khasnya.

Jokowi membuktikan hal itu dan tidak segan-segan menegur bahkan mengganti para pejabat yang tidak becus bekerja dan juga para pejabat yang terindikasi melakukan suap dan korupsi. Salah satu yang terpaksa diganti adalah Anies Baswedan yang tidak becus mengawasi anggarannya sehingga ada kekeliruan anggaran sebesar 23,3 Triliun.

ISU INTERVENSI HUKUM TERHADAP AHOK

Dalam bidang hukum, Jokowi juga menjadi seorang Presiden yang memberikan perbedaan.dalam hal penanganan kasus hukum. Banyak orang yang menuding, Jokowi melakukan intervensi hukum terhadap Gubernur DKI Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) dalam kasus RS Sumber Waras dan Reklamasi. Kubu lawan yang ingin menjatuhkannya menggoreng isu ini karena Ahok tidak dijerat oleh KPK.

Padahal menurut para lawan politik, Ahok jelas-jelas melakukan korupsi dalam kasus-kasus tersebut. Bahkan sudah dibuat buku yang berjudul “Usut Tuntas Dugaan Korupsi Ahok” karangan Marwan Batubara. Tetapi KPK tidak bisa menjerat Ahok karena tidak menemukan bukti saat menyelidiki kasus yang dimaksudkan tersebut. Ahok sendiri sudah diperiksa oleh KPK.

Semuanya mentah karena para lawan tidak berani terlalu mengganggu KPK yang memiliki banyak pendukung. Jika gegabah menyerang KPK, maka serangan-serangan mereka akan tumpul dan bisa saja harus berhadapan dengan publik pendukung KPK.

Akhirnya isu yang dimainkan adalah persoalan agama. Strategi disusun dan dimainkan dengan cantik untuk memenjarakan Ahok. Mereka tentu saja berharap Jokowi melakukan intervensi terhadap kasus Ahok ini. Tetapi sayangnya, Jokowi yang memang tahu betul apa yang menjadi kewenangan dan haknya tidak melakukan iontervensi.

Ahok pun terpenjara dan harus menerima hukuman 2 tahun penjara. Kubu lawan terdiam dan bungkam. mereka tidak menyangka hal ini akan terjadi dan malah kehilangan amunisi untuk menyerang Jokowi. bahkan menjadi bumerang bagi mereka karena Jokowi membuktikan diri bahwa orang terdekatnya pun tidak dilindungi.

PARPOL DAN PERLINDUNGAN HUKUM PENGUASA

Dipenjarakannya Ahok dan terbuktinya tidak ada intervensi hukum apapun yang dilakukan Jokowi terhadap kasus Ahok seperti menjadi gong kematian dan penegasan bahwa Jokowi tidak akan pernah bermain-main dalam kasus hukum seperti yang mungkin terjadi di pemerintahan sebelumnya.

Jokowi bahkan tidak melakukan intervensi hukum dan pembelaan kepada parpol yang merapat dan menjadi partai pendukung pemerintah. Padahal ada terdengar isu, bahwa parpol yang merapat kepada pemerintah kader dan elit politiknya akan diselamatkan dari kasus hukum.

Isu itu tidak berlaku bagi Jokowi. Kalau Ahok yang punya kedekatan visi perubahan untuk Indonesia yang lebih baik saja tidak dilindungi apalagi kader dan elit parpol yang kedekatannya sangat politis dan semu. Hal inilah yang membuat pada pemerintahan jokowi, kader dan elit parpol pendukung pemerintahan sibuk mondar-mandir ke kantor KPK.

Kader dan Elit PDIP, Golkar, PAN, dll bergantian harus berurusan dengan KPK. Besannya Ketua Umum PAN, Amien Rais saja saat ini harus berurusan dengan KPK. Padahal sebelumnya tidak pernah terdengar sedikitpun kasus yang mengait-ngaitkan nama Amien Rais. Bahkan karena kasus ini sang besan yang juga adalah Ketua MPR, Zulkifli Hasan menuding KPK mendapatkan pesanan untuk menjerat Amien Rais.

Fitnah yang keji dan sangat mencederai semangat dan prinsip Indonesia negara hukum. Tudingan Zulkifli bahwa ada pesanan kepada KPK menimbulkan sebuah pertanyaan besar. Apakah Zulkifli tahu ada tindakan memesan kasus di KPK?? Siapa yang melakukannya?? Apakah pada jaman pemerintahan Jokowi atau pemerintahan sebelumnya??


Apakah pernyataan Zulkifli ini sedang ingin membukakan kepada publik bahwa ada pejabat-pejabat yang biasa melakukan pemesanan kasus kepada KPK?? Sebuah tudingan yang akhirnya menimbulkan kecurigaan publik bahwa ada sepertinya permainan kepada KPK yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu. Hal ini seperti sedang membenarkan pernyataan Mantan Ketua KPK yang pernah mendapatkan intervensi saat akan menetapkan tersangka besan seorang Presiden Indonesia.

Sayangnya, intervensi-intervensi hukum yang diminta untuk dilakukan oleh Presiden tidak lagi bisa dilakukan. Jokowi sudah mengirimkan sebuah pesan dan sinyal untuk tidak bermain-main terhadap kasus hukum di masa pemerintahannya. Pesan yang sangat kuat saat Ahok yang dituduh akan diselamatkan Jokowi karena kedekatannya akhirnya harus mendekam dalam penjara.

JOKOWI DUKUNG PENUH PENEGAKKAN HUKUM

Jokowi sudah berkali-kali menyatakan bahwa dia tidak akan melakukan intervensi hukum. Tidak untuk Ahok dan tidak untuk adik iparnya yang dikaitkan dengan kasus suap pajak. Apalagi untuk kader dan elit serta besan maupun sanak saudara parpol pendukung pemerintah. Jokowi tidak akan mencampuri urusan hukum yang sudah punya koridornya tersendiri.

itulah mengapa menjadi sangat aneh ketika kuasa hukum Rizieq Shihab meminta Jokowi mengintervensi kasus pornografi yang menjerat Rizieq Shihab. Padahal mereka ini sebelumnya meminta Jokowi tidak melakukan intervensi kasus ahok dan termasuk kelompok yang tidak suka dengan pemerintahan Jokowi.

Jokowi menegaskan bahwa pemerintahannya mendukung KPK dan juga institusi hukum lainnya. Pernyataan dukungan ini bahkan disampaikan Jokowi ketika KPK harus mendapatkan perlawanan dari DPR yang menggulirkan Hak Angket KPK.

“Intinya pemerintah dukung penuh langkah KPK dalam rangka membuat negara ini bersih dari korupsi. Kita berikan dukungan penuh. Jelas saya kira dukungan pemerintah,” tegas Jokowi di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (5/5).

“Jangan ditanyakan lagi dan diragukan,” ujarnya.


Lalu sudah sejauh mana keberhasilan Jokowi dalam pemberantasan kasus korupsi di Indonesia?? Berikut data yang disampaikan Jokowi saat membuka acara Konferensi Nasional Pemberantasan Korupsi 2016 di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (1/12/2016).

Sebanyak 122 anggota DPR dan DPRD, 25 menteri dan kepala lembaga negara, 4 duta besar, 7 komisioner, 17 gubernur, 51 bupati dan wali kota, 130 pejabat eselon I hingga III, serta 14 hakim masuk penjara gara-gara kasus korupsi.

Sebuah data yang sangat banyak jumlahnya. Sekali lagi data ini menunjukkan bahwa anggota DPR dan DPRD masih menjadi juara melakukan kasus korupsi. Dan yang paling memprihatinkan adalah adanya 14 hakim yang masuk penjara gara-gara korupsi. Menunjukkan hakim yang mulia tersebut bisa dibeli vonis hukumnya.

Jadi, masih berharap akan aman jika dekat dan mendukung Jokowi dari jerat kasus hukum dan korupsi?? Jangan berharap yang tidak-tidak. Di masa pemerintahan Jokowi ini tidak ada lagi bisa melakukan permaianan hukum dan intervensi demi kepentingan pribadi, kelompok dan politik. Semua diserahkan kepada penegak hukum yang diberikan kebebasan dan kewenangan sepenuhnya.



0 Response to "Jangan Main-Main Dengan Hukum Di Jaman Jokowi, Ahok Saja Tidak Dibela"

Posting Komentar

Kalau Ingin Berkomentar!!!
-Mohon berkomentar sesuai dengan topik
-Dilarang Nyepam
-Link Hidup Langsung Dihapus