Jalan Trans Papua-Persembahan Pak Jokowi Untuk Rakyat Papua


LINTAS FAKTA
- Jaman saya kecil nama propinsi ini Irian Jaya, walaupun sekarang telah mekar menjadi 3 propinsi (Papua Timur, Papua Tengah dan Papua Barat). Konon sejak KMB 1949 ditahan oleh Pemerintah Kerajaan Belanda walaupun dituntut oleh Bung Karno dan akirnya masuk ke dalam Republik melalui UNTEA 1963 setelah operasi militer Trikora. Praktis belum ada pembangunan fisik berarti ketika masuk Republik karena 1965-1968 terjadi pergantian kepemimpinan Nasional.


Masa Orde Baru

Pembangunan fisik Papua dimulai jaman Presiden ke 2 RI Pak Harto yang pada waktu itu dikerjakan oleh Menteri PU dan Tenaga Listrik Ir. Sutami. Menurut Ir. Sutami Papua gelap gulita. Ir. Sutami adalah sarjana teknik sipil lulusan ITB 1956. Jabatan Menteri disandangnya dari bulan Oktober 1967-Maret 1978. Beliau adalah Menteri PU terlama dalam sejarah Republik.


Ruas jalan Sentani-Jayapura adalah yang pertama dibangun Ir. Sutami sepanjang 34 km. Ruas jalan ini sangat strategis karena menghubungkan antara Bandara Sentani dan Jayapura sebagai ibukota propinsi dengan arus lalu lintas pada masa itu berkisar 83 mobil per jam. Setelah menyelesaikan Ruas Sentani-Jayapura, Ir. Sutami membangun jalan di Pulau Biak dengan Ruas Biak-Korem sepanjang 46 km.

Pada tahun 1980 Gubernur Irian Jaya Soetran meresmikan mulai nya pembangunan Jalan Trans Irian Jaya yang menghubungkan barat ke timur dan utara ke selatan sejajar dengan perbatasan Papua Nugini. Pada tahun itu rencana pembangunan Trans Irian Jaya terbagi menjadi 3 poros

Jayapura-Abepura-Ubrup-Oksibil = 500 km
Merauke-Bupul-Tanah Merah-Digul = 250 km
Nabire-ilaga = 300 km
Tanpa peta topografi, pembangunan jalan Trans Irian Jaya mengandalkan pemandu dari penduduk setempat sehingga menghasilkan jalan yang berliku liku. Demikian pula dengan cuaca yang ekstrim yang berakibat pada realisasi poros ke 1 hanya sebesar 83 km.

Poros 2 terbangun mencapai 426 km secara realisasi dengan struktur perkerasan lapisan pasir dan Aston (aspal beton) setebal 2 cm. Setelah terbangun dan dipakai karena curah hujan yang tinggi maka Poros 2 rusak parah dan ketika hujan. Gambar di bawah Poros 2 Merauke-Digul yang rusak parah akibat cuaca ekstrim.


Dengan konstruksi ketebalan perkerasan yang demikian, perencana jalan melakukan perhitungan untuk beban sumbu roda 5 ton. Tapi ternyata yang lewat di sana adalah kendaraan berat dengan beban sumbu roda lebih dari 10 ton. Akibatnya jalan ini rusak parah.

Poros 3 terbangun sepenggal-sepenggal (belum tembus) dikarenakan medan berat dan cuaca ekstrim.

Alternatif Transportasi

Dikarenakan realisasi pembangunan jalan Trans Irian Jaya yang masih belum memadai ditambah lagi dengan kerusakan jalan yang sudah dibangun maka sebagai alternatif masyarakat Papua menggunakan jasa pesawat terbang perintis. Gambar di bawah landasan bandara Nabire 1970.


Pemprov Papua mengadakan subsidi penerbangan perintis untuk menekan harga tiket penerbangan perintis. Hampir semua bahan pokok rakyat Papua harus lewat laut dan udara sehingga membuat harga nya menjadi mahal. Pada APBD 2016 Pemprov Papua menganggarkan 80 miliar Rupiah untuk subsidi tiket udara.


Sembako di Timika didatangkan dari Jayapuran melalui udara, bayangkan sayur pun naik pesawat sebelum bisa dibeli rakyat kecil. Di Pulau Jawa sayuran cukup naik mobil bak terbuka diantar sampai pasar induk dan siap dibeli oleh para pengecer kemudia pengecer menjual nya ke konsumen ritel, sehingga harga sembako di Pulau Jawa relatif lebih murah daripada di Papua.

Masa Setelah Pak Harto dan sebelum Pak Jokowi

Terdapat catatan pembangunan jalan di Papua pada tahun 2011 dari Timika ke Enarotali dari rencana kerja sepanjang 263 km hanya terbangun 20,4 km saja. Masa setelah Pa Harto turun dari jabatan Presiden hingga sebelum Pa Jokowi pembangunan jalan di Papua mengalami masa stagnan yang panjang dari tahun 1998 ke tahun 2014. Masyarakat Papua di periode tahun tersebut menikmati transportasi udara secara subsidi dari Pemprov Papua.

Masa Pak Jokowi

Pak Jokowi menargetkan seperti dapat dilihat pada website Kementrian PUPR sepanjang 4330,07 km. Meningkat signifikan dari rencana semula Orde Baru. Gambar di bawah ketika Pak Jokowi menjajal koridor Wamena, Kenyam dan Agast.


Jalan Merauke-Boven Digul yang rusak parah dibenahi dan diberi lapisan Aston 8cm yang mampu memikul beban as roda lebih tinggi daripada yang sebelumnya dibangun pada masa Orde Baru. Walaupun banyak komentar miring mengenai pembangunan Jalan Trans Papua baik dari warga Papua yang berada di Jakarta (petinggi Komisi) maupun pihak lain melalui medsos yang mengatakan bahwa itu semua hoax, Pak Jokowi tidak memperdulikan mereka tapi Pak Jokowi membuktikan realisasi bukan sekedar omong kosong yang cuma bertujuan satu, yah tebak sendiri saja ya tujuan itu dah pada tau dah…..


Lihatlah senyuman anak anak Papua yang bergembira karena telah ada jalan yang dapat mereka lalui dengan mudah daripada naik gunung, turun bukit, menyeberang sungai, naik rakit. Sebuah hasil dari harapan mereka yang selama ini mereka hanya bisa membayangkan saja.

Realisasi Jalan Trans Irian Jaya –Jalan Trans Papua hampir selesai di bawah kepemimpinan Pa Jokowi, dari target 4330,07 km, sudah selesai 3851,93 km. Fantastis bukan.


Sebagai tambahan jalan Nabire-Jayapura pun sedang dibangun oleh Kementrian PUPR bekerja sama dengan TNI AD divisi zenpur.


Menteri PUPR menargetkan akhir tahun 2017 ini jalan Trans Papua akan rampung 3963,87 km, mudah mudahan berhasil ya pa Menteri.


Gambar di atas koridor Boven Digul-Tanah Merah. Pada era Pa Jokowi jumlah ruas jalan Trans Papua yang dibangun dibagi menjadi 12 ruas:

1: Merauke-Tanah Merah-Waropko,

2: Waropko-Oksibil,

3: Dekai-Oksibil,

4: Kenyam-Dekai,

5: Wamena-Habema-Kenyam-Mamugu,

6: Wamena-Elelim-Jayapura,

7: Wamena-Mulia-Haga-Enarotali,

8: Wageta-Timika,

9: Enarotali-Wageta-Nabire,

10: Nabire-Windesi-Manokwari,

11: Manokwari-Kambuaya-Sorong,

12: Jembatan Holtekamp.

Tentu ini jauh lebih banyak dari perencanaan masa Order Baru yang hanya 3 ruas dan sudah tentu berkembang nya ruas jalan Papua akan menambah kerumitan. Gambar di bawah adalah pemadatan Poros Merauke-Digul dengan menggunakan alat pemadat kaki domba (sheepsfoot).



Tapi itu semua bukan merupakan kesulitan tapi sebuah tantangan bagi kecerdasan anak anak Indonesia dalam menyelesaikan pekerjaa teknik jalan.

Capaian hingga tahun 2016, dari 10 segmen jalan di Trans Papua sepanjang 3.259 Km, jalan yang sudah tembus mencapai 2.789 km, sisanya 467 Km belum tembus. Kondisi jalan yang sudah tembus yakni sudah diaspal sepanjang 1.570 Km dan kondisi perkerasan sepanjang 1.218 Km. Sementara untuk Jalan Perbatasan Papua, dari total rencana panjang jalan 1,098 km, jalan yang sudah tembus mencapai 876 km.

Alokasi anggaran pembangunan infrastruktur di Pulau Papua cukup besar. Selama periode tahun 2015-2017, Kementerian PUPR telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 18,54 triliun untuk pembangunan jalan dan jembatan di Provinsi Papua dan Papua Barat.


Gambar di atas adalah pekerjaan pembangunan jembatan pada salah satu ruas Jalan Trans Papua.


Jalan Trans Papua nanti nya akan terhubung dengan tol laut sehingga memudahkan transportasi barang dan jasa dari pelabuhan ke pedalaman Papua. Pa Jokowi membawa Papua pada pintu gerbang mordenisasi dan kemajuan peradaban agar sebanding dengan daerah lain di Republik Indonesia. Pa Jokowi memberi bukti terhadap janji-janji nya semasa kampanye Pilpres 2014.

Pak Jokowi memberikan keadilan pembangunan yang tidak hanya terpusat pada Indonesia bagian barat saja tapi Indonesia Timur pun diberikan hak untuk maju layaknya saudara di bagian barat.

Biar saja yang tidak suka berkata apa, tapi bukti berkata lain dan bukti…itu saja, tidak perlu menghayal yang bukan bukan berilah bukti saja cukup. Jalan Trans Papua adalah persembahan Pa Jokowi kepada Rakyat Papua yang sekian belas tahun begitu mendambakan harga harga yang murah dan jalan darat yang mampu dilalui dengan layak. Nanti kalau Jalan Trans Papua sudah jadi, tomat dan cabai tidak perlu naik pesawat sebelum ke konsumen, cukup naik mobil bak terbuka seperti di Jawa.



JOKOWI FOR PRESIDENT 2019




0 Response to "Jalan Trans Papua-Persembahan Pak Jokowi Untuk Rakyat Papua"

Posting Komentar

Kalau Ingin Berkomentar!!!
-Mohon berkomentar sesuai dengan topik
-Dilarang Nyepam
-Link Hidup Langsung Dihapus