Amien Rais Sang Inspirator PAN Menjadi Partai Plin Plan pada Bulan Ramadhan


LINTAS FAKTA
- PAN atau Partai Amanat Nasional, lahir pada era reformasi dengan tokoh pendiri Amien Rais. Seorang professor ilmu politik yang kesohor. Professor yang menjadi pembeda di Indonesia. Bila kebanyakan Guru Besar kehebatannya ada pada otaknya, tidak demikian bagi Amien Rais.

Sebagaimana pembaca tahu, kehebatan Amien Rais itu lebih terletak di dengkulnya. Jangan salah paham bahwa otak Amien Rais pindah ke dengkul loh ya… Kehebatan dengkul Amien Rais bukan karena ada perpindahan otak dari kepala ke dengkul. Bukan itu. Harap pembaca jangan ngeyel dan berdebat soal ini, please…

Adalah Gus Dur yang pernah memuji dengkul Amien Rais ini setinggi langit. Sebagaimana kita tahu bahwa Gus Dur bisa menjadi Presiden sebenarnya tanpa modal. Berikut keheranan Gus Dur ketika orang perlu modal besar untuk jadi Presiden.

“Saya ini heran, sekarang kok orang pada modal besar untuk jadi Presiden. Dulu saya cuma modal dengkul, itu pun dengkulnya Amien Rais.”


Jelas bukan? Betapa hebatnya dengkul Amien Rais. Tinggal satu ujian kehebatan dengkulnya pada era Jokowi sebagaimana telah dinazarkan. Jalan kaki Jogja-Jakarta bila Jokowi Presiden. Setelah nazar dibayar, kehebatan dengkul Amien pasti makin tersebar.

Selain di dengkul, kehebatan Amien Rais lainnya terletak di mulutnya. Walau mulut Pak Amien tidak semanis mulut Pak Anies, namun mulut mantan ketua umum PAN ini mahir juga untuk plin-plan. Mengaku tokoh Reformasi tetapi tak berjiwa reformis. Pernah menyeru tolak KKN -Korupsi, Kolusi, Nepotisme- ternyata doyan juga duwit korupsi dana alkes 600 juta. Pernah berkoar akan me-mahmil-kan Prabowo Subianto atas kasus 1998, tapi sekarang menjadi gelendotannya.

Harian Republika pernah mengangkat berita berjudul “Amien Rais: Prabowo Harus Dimahmilkan.” Semoga dengkulnya masih bisa mengingat berita besar tersebut. Kalau lupa, ini beritanya:

“JAKARTA – Menyeret Letjen Prabowo Subianto ke Mahkamah Militer, bagi Ketua Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais, adalah keharusan demi meningkatkan reputasi ABRI di mata rakyat.
Amien meminta Presiden BJ Habibie dan Menhankam/Pangab berani memahmilkan menantu mantan Presiden Soeharto dan dua temannya – Mayjen Muchdi dan Kol Chairawan.

“Dengan Mahmil yang terbuka untuk publik, baru bisa diketahui siapa sebenarnya yang menyuruh dia [Prabowo] melakukan penculikan. Juga jenderal mana saja yang terlibat, dan kalau perlu dicari adakah kaitannya dengan Pak Harto,” papar tokoh reformasi ini disela-sela diskusi Forum Dialog Wartawan Politik (FDWP), di Jakarta kemarin.

Tindakan Menhankam/Pangab Jenderal Wiranto yang sekadar memberikan sanksi administratif berupa percepatan pensiun untuk Prabowo, di mata Amien bagaikan memberi rakyat sebuah permen kecil. “Padahal rakyat ingin makan siang”…”


Menarik memang mengikuti sepak terjang politisi PAN yang sudah uzur tapi panjang umur dan masih jauh dari bau kubur ini. Dengan menggelendot Prabowo yang berpasangan dengan Hatta, Amien Rais kembali membuat pernyataan mengejutkan menjelang Pilpres 2014.

Diberitakan merdeka.com, Mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional itu menilai 9 Juli sebagai Baratayuda politik. Baratayuda adalah istilah yang dipakai di Indonesia untuk menyebut perang besar di Padang Kurusetra antara keluarga Pandawa melawan Kurawa.

Tak ayal, pernyataan Amien yang menganalogikan pilpres dengan perang ini kemudian menjadi kontroversi. Inilah yang memicu rasa geregetan publik hingga menggelar ruwatan untuk Amien Rais. Bahkan, Amien Rais hingga dijuluki sebagai Sangkuni, tokoh licik dan picik yang menurut wayang Jawa mati di tangan Bima dengan cara nista.

Melihat kiprah Amien Rais akhir-akhir ini, rupanya ruwatan ulang perlu digelar. Tentu sebuah ruwatan modern yang rasional. Dalangnya KPK, caranya dengan mendudukkan politisi renta ini di meja persidangan kasus korupsi. Insya Allah, dengan ruwatan yang sejati, siapa sebenarnya tokoh yang dijuluki Sangkuni ini pun terbongkar.

Ternyata jiwa plin-plan Amien Rais ini menjadi inspirator penting bagi kiprah PAN terkait hak angket KPK. Sebagaimana diberitakan kompas.com, Partai Amanat Nasional (PAN) menjadi salah satu partai yang tegas menolak hak angket KPK sejak awal. Itu ditandai dengan pernyataan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan yang enggan mengirim perwakilan dalam panitia khusus (pansus) angket KPK.

Namun sikap partai yang didirikan mantan Ketua MPR, Amien Rais ini berubah mendekati pembentukan struktur pansus. PAN pada akhirnya mengirim dua nama. Tak tanggung-tanggung, salah satu nama yang dikirim yakni Hanafi Rais, putra Amien Rais.

Tak heran, PAN didirikan oleh Amien Rais yang ditakdirkan berjiwa plin-plan. Sekarang menjadi jelas pula kualitas permainan politiknya PAN pada bulan Ramadhan. Inikah #ArtiRamadhan bagi PAN?


0 Response to "Amien Rais Sang Inspirator PAN Menjadi Partai Plin Plan pada Bulan Ramadhan"

Posting Komentar

Kalau Ingin Berkomentar!!!
-Mohon berkomentar sesuai dengan topik
-Dilarang Nyepam
-Link Hidup Langsung Dihapus