Akumulasi Pidana Yang Menanti Rizieq Shihab


LINTAS FAKTA - Seperti yang kita ketahui kasus Habib Rizieq sebenarnya bukan hanya terkait kasusnya chatnya dengan Firza saja. Masih banyak kasus lain dari Habib Rizieq seperti penghinaan dan fitnah. Berikut ini adalah list kasus yang harus di jalani oleh Habib Rizieq seperti yang dimuat dalam tempo.co, pada 31 Januari 2017.

27 Oktober 2016 (1)
Sukmawati Soekarnoputri melaporkan Rizieq ke Kepolisian Daerah Jawa Barat karena dianggap menodai Pancasila, sebagaimana dimaksudkan dalam Pasal 154a KUHP dan/atau Pasal 320 KUHP dan/atau Pasal 57a juncto Pasal 68 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan.


26 Desember 2016 (2)
Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia melaporkan Rizieq terkait dengan ceramah Imam Besar FPI itu dalam situs YouTube yang dianggap melecehkan umat Kristen ke Polda Metro Jaya. Rizieq dituduh melanggar Pasal 156 dan 156a KUHP serta UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

27 Desember 2016 (3)
Student Peace Institute melaporkan Rizieq dengan tuduhan menyebarkan kebencian bernuansa suku, agama, ras, dan antargolongan, sebagaimana diatur dalam Pasal 156 KUHP dan Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45 ayat 2 UU ITE.

30 Desember 2016 (4)
Laporan dugaan ujaran kebencian juga dibuat Rumah Pelita (forum mahasiswa-pemuda lintas agama). Ucapan Rizieq dinilai memecah-belah persatuan dan kesatuan Republik Indonesia, memecah-belah umat Islam, serta menimbulkan rasa benci terhadap sesama.

8 Januari 2017 (5)
Jaringan Intelektual Muda Antifitnah melaporkan Rizieq perihal ceramahnya soal mata uang baru berlogo “palu-arit” ke Polda Metro Jaya. Rizieq dilaporkan atas dugaan melanggar Pasal 28 ayat 2 dan Pasal 28 ayat 1 juncto Pasal 45 ayat 2 UU IT

10 Januari 2017 (6)
Solidaritas Merah Putih (Solmet) melaporkan Rizieq ke Polda Metro Jaya. Menurut Solmet, warga negara Indonesia merasa tersinggung karena tidak terima dengan pernyataan Rizieq ihwal logo palu-arit dalam lembaran uang rupiah baru.

25 Januari 2017 (7)
Kepala Polda Jawa Barat, Inspektur Jenderal Anton Charliyan, menyampaikan ada yang melaporkan pemimpin FPI, Rizieq Syihab, mengenai ucapan bahasa Sunda sampurasun yang diplesetkan menjadi “campur racun”. Pelapornya adalah Angkatan Muda Siliwangi pada 24 November 2015 ke SPKT Polda Jabar dengan nomor surat LPB/967/XI/2015/JABAR tertanggal 24 November 2015. Kasus ini tengah ditangani Subdit II Ditreskrimsus Polda Jabar.

Dan menurut saya masih banyak lagi yang lainnya, yang tidak di list ataupun tidak di laporkan ke Polisi, seperti menghina Presiden Jokowi atau pun menghina Otak Hansip. Dari list tersebut bisa kita lihat bahwa sebagian besar dari kasus yang diadukan merupakan kasus dugaan penghinaan dan kasus-kasus penghinaan tersebut melalui alat atau media elektronik seperti rekaman video.

Saya ingin menujukkan bagaimanakah hukuman bagi orang-orang yang diduga melakukan penghinaan. Untuk satu kasus penghinaan kecil saja dalam media elektronik berpotensi untuk di penjarakan 6 tahun dan/atau denda satu milyar rupiah sebagaimana yang dijelaskan oleh salah satu ahli/pakar hukum dalam website hukumonline.com (silahkan linknya di klik untuk lebih jelas). Berikut ini beberapa kutipan yang bisa menjelaskan tentang hukuman orang jika terbukti melakukan pidana penghinaan.

…… Informasi elektronik adalah satu atau sekumpulan data elektronik, termasuk, tetapi tidak terbatas pada tulisan, suara, gambar, peta, rancangan, foto, electronic data interchange (EDI), surat elektronik (electronic mail), telegram, teleks, telecopy atau sejenisnya, huruf, tanda, angka, Kode Akses, simbol, atau perforasi yang telah diolah yang memiliki arti atau dapat dipahami oleh orang yang mampu memahaminya (Pasal 1 angka 1 UU ITE).

Sedangkan dokumen elektronik adalah setiap Informasi Elektronik yang dibuat, diteruskan, dikirimkan, diterima, atau disimpan dalam bentuk analog, digital, elektromagnetik, optikal, atau sejenisnya, yang dapat dilihat, ditampilkan, dan/atau didengar melalui Komputer atau Sistem Elektronik termasuk tetapi tidak terbatas pada tulisan, suara, gambar, peta rancangan, foto atau sejenisnya, huruf, tanda, angka, Kode Akses, simbol atau perforasi yang memiliki makna atau arti atau dapat dipahami oleh orang yang mampu memahaminya (Pasal 1 angka 4 UU ITE).

Apabila perkataan “anjing” atau “pelacur” yang saling dilontarkan saudara Anda dengan orang lain melalui SMS, maka saudara Anda dan orang lain itu pada dasarnya telah melanggar ketentuan dalam Pasal 27 ayat (3) UU ITE:

“Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik”.


Adapun ancaman pidana bagi mereka yang memenuhi unsur dalam Pasal 27 ayat (3) UU ITE adalah dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) [lihatPasal 45 ayat (1) UU ITE]……

Apalagi Habib Rizieq menghina Presiden Jokowi di media elektronik. Belum lagi penghinaan-penghinaan terhadap lambang negara, simbol adat, fitnah-fitnah, dan lain sebagainya. Jika SEMUA laporan atau aduan ternyata bisa terbukti di pengadilan, bisa dibayangkan berapa lama akumulasi waktu tahanan penjara dan berapa banyak akumulasi denda yang akan disematkan pada Habib Rizieq.

Wajar jika Habib Rizieq seolah ogah-ogahan untuk pulang ke Indonesia bila kita melihat akumulasi pidana yang akan menjeratnya. Terasa seperti “dikriminalisasi” memang, tapi inilah negara hukum. Ketika anda ketahuan berbuat yang melanggar hukum, lalu ada yang melaporkan atau mengadukan tindakan anda itu, maka tidak ada jalan lain selain anda harus menghadapinya.

Lagian kalau memang tidak mau “dikriminalisasi”, seharusnya kemarin-kemarin beliau harus memikirkan baik-baik apa yang akan dia lakukan dan apa yang akan dia katakan. Jadi, kalau Habib Rizieq merasa dirinya telah “dikriminalisasi” sudah seharusnya beliau mengintrospeksi dirinya dan berkaca kenapa sampai merasa “dikriminalisasi”. Karena dimana-dimana jika ada sebab, pasti akan ada akibat.

Saya berharap sekali artikel ini juga, bukan hanya sebagai bahan instrospeksi Habib Rizieq saja, tapi untuk kita semua, agar lebih berhati-hati dalam mengeluarkan statement. Jangan terlalu mudah terpancing emosi, hingga mengeluarkan hinaan-hinaan yang tidak sepantasnya. Kemukakan pendapat dengan kepala dingin dan pikiran yang jernih. Karena jika tidak, anda hanya akan terlihat persis seperti Habib Rizieq. Selalulah ingat pada pepatah yang mengatakan apa yang kita tanam sekarang, itu yang akan kita tunai nanti.



0 Response to "Akumulasi Pidana Yang Menanti Rizieq Shihab"

Posting Komentar

Kalau Ingin Berkomentar!!!
-Mohon berkomentar sesuai dengan topik
-Dilarang Nyepam
-Link Hidup Langsung Dihapus