Presiden Jokowi Mengeluarkan Kata "Gebuk" Amien Rais Mulai Ketakutan. Beneran Digebuk?


FAKTA TERBARU
- dipandang sebagai salah satu orang yang berjasa dalam reformasi. Tapi sekarang kelakuan orang tua yang satu ini sungguh memprihatinkan. Mendukung Prabowo dengan mengeluarkan nazar akan jalan kaki Yogya-Jakarta kalau Jokowi menang (tidak ditepati tentunya) juga mengikuti demo anti-Ahok.

Sekarang setelah Jokowi mengeluarkan pernyataan yang sangat sangar, yaitu bila ada yang berani macam-macam dengan Pancasila akan ‘digebuk’

“Sekali lagi, negara Pancasila itu sudah final. Tidak boleh dibicarakan lagi. Kalau ada ormas yang seperti itu (mengganggu ideologi Pancasila), ya kita gebuk!”

Setelah pernyataan ini, banyak pihak yang terdiam dan ketakutan. Presiden sudah dengan terbuka akan melawan pihak yang ingin mengantikan Pancasila dan merubah bentuk negara Indonesia. Amiesn Rais ternyata masih berani merespon dan mengkritik Jokowi yang memakai kata ‘gebuk’

“(Kata) Gebuk tidak boleh lagi keluar dari lisan seorang presiden apalagi memerintahkan Kapolri untuk tidak banyak pertimbangan. ‘Gebuk saja, kalau ada kelompok yang anti konstitusi, anti NKRI yang memecah belah rakyat’. Wah amat mengagetkan,” ungkap Amien Rais dalam acara refleksi 19 Tahun Reformasi dengan tema ‘Menggembirakan Demokrasi; Tribute to Amien Rais’

Memang hebat orang tua yang satu ini. Saat Presiden dengan terbuka dan lantang menyatakan akan membela Dasar Negara, dirinya malah masih bisa mengkritik. Mengapa kata gebuk tidak boleh keluar dari mulut Presiden? Apa ada UU yang mengatur hal itu?

Bila alasannya adalah hal itu tidak pantas dikatakan karena tidak sopan, ingat dulu kalau yang ditunjuk Jokowi adalah para penghianat bangsa yang ingin merubah bentuk negara. Mereka hidup di negara yang bebas berdemokrasi tapi malah balik menyerang dan ingin mengubah Indonesia seperti Timur Tengah, demo melawan pemerintah dibalas peluru. Ini kan namanya logika tidak dipakai?

Amien Rais juga mengingatkan presiden agar tak menebar ancaman. Saat masih berkuasa, Presiden Soeharto juga kerap melontarkan ucapan ‘gebuk’. Ini berdampak buruk sebab masyarakat Indonesia memakzulkannya secara masif.

“Dulu ada presiden yang suka mengancam akan ‘menggebuk’ rakyat yang berani menantang kebijakannya. Akhirnya sang presiden itu tergebuk oleh people power,” ujarnya.

Ini merupakan cocoklogi super koplak, memangnya apa kesamaan Jokowi dan Soeharto selain jabatannya? Soeharto memang banyak membangun, tapi kroni-kroninya ikut mencomot sana-sini hingga menjadi sangat kaya. Korupsi itu sangat kental dijaman Soeharto, hingga akhirnya Indonesia terkena krisis moneter.

Kalau Jokowi? Wah Presiden yang satu ini paling aneh sampai sekarang. Terlalu rajin bekerja dan terlalu jujur, sangat tidak cocok menjadi politisi. Tapi saat benar-benar menjadi Presiden, wah setahun bekerja rusak 10 tahun prihatin. Sekarang Indonesia mengalami pembangunan besar-besaran dan dampak pembangunan dirasakan hingga Papua.

Jokowi tidak akan pernah jatuh oleh ‘People Power’, rakyat belum cukup sinting untuk benci dengan Jokowi yang sungguh Pro-Rakyat. Isu agama pun tidak ampuh dengan Jokowi, isu korupsi pun tidak ada. Hanya kekuatan politik bumi datar yang bisa menganggu Jokowi sekarang.

Amien Rais  juga mengingatkan, Presiden yang diberi amanah memimpin negara tidak berhak mengancam masyarakat. Sebab, amanah itu bisa saja dicabut karena sebatas titipan. Lantas dia meminta presiden mencontoh kepemimpinan ala nabi dan rasul.

“Saya hanya akan menyampaikan kepada Anda bahwa para Nabi dan Rasul yang dilengkapi dengan wahyu dan terkadang mukjizat saja hanya bertugas menyampaikan kebenaran. Dibandingkan dengan para tokoh kemanusiaan tanpa cacat itu, kita semua tidak sekuku hitam mereka. Namun kita semua Pak Jokowi yang hidup di panggung dunia dengan segala macam kelemahan, kealpaan, kesalahan dan dosa, tetap saja harus berusaha meneladani para Nabi dan Rasul itu semampu kita,” sambung Amien.

Ini merupakan contoh yang salah. Nabi bukan Presiden, bentuk pemerintahan saat itu sangat berbeda. Yang dicontoh itu adalah sikap Nabi, bukan yang lain, terlalu berbeda untuk dibandingkan dengan jabatan Presiden.

“Saya wanti-wanti, jangan sampai ada pikiran mengotak-atik TNI Polri. Keduanya adalah taruhan terakhir bangsa Indonesia. Keduanya, TNI dengan Sumpah Prajurit dan Sapta Marganya, Polri dengan Tribatanya harus selalu berada di atas kepentingan golongan, golongan mana pun juga. Kesetiaan keduanya hanya ada pada bangsa dan negara, serta ideologi nasional,” ucap Amien Rais.

Apa tujuan anda mengeluarkan pernyataan semacam ini? Seolah-olah TNI dan Polri sekarang hanya setia kepada Jokowi dan bukan kepada UUD dan Pancasila. Ini kan namanya mengarahkan pendapat, berusaha mendiskreditkan TNI dan Polri.

Sudahlah, bila janji jalan kaki saja tidak akan ditepati, apakah orang tua ini masih bisa dipercaya? Kita lihat saja nanti, apakah Amien Rais masih berani macam-macam bila Jokowi benar-benar mengebuk pihak yang anti-Pancasila.



0 Response to "Presiden Jokowi Mengeluarkan Kata "Gebuk" Amien Rais Mulai Ketakutan. Beneran Digebuk?"

Posting Komentar

Kalau Ingin Berkomentar!!!
-Mohon berkomentar sesuai dengan topik
-Dilarang Nyepam
-Link Hidup Langsung Dihapus