Tragis, Jakarta Menjadi Provinsi Kinerja Terbaik ke-4, Ahok-Djarot Justru Harus Kalah di Pilkada


FAKTA TERBARU
- Air susu dibalas air tuba! Begitu pepatah yang sangat pas untuk menggambarkan kondisi Ahok-Djarot. Mereka telah memberikan segalanya untuk Jakarta. Perlahan namun pasti, kemajuan Jakarta semakin terlihat, Indeks Pembangunan Manusia semakin meningkat, wajah kota semakin cantik, Banjir sudah mulai jarang terjadi. kondisi seperti ini baru diraih di era Ahok-Djarot.

Sayang sekali, kinerja dan pengorbanan Ahok-Djarot harus dibalas dengan air tuba oleh warga Jakarta. Saya katakana warga Jakarta tidak tahu terima kasih karena justru menghianati Ahok. Mereka justru lebih memilih Anies-Sandi yang belum punya peran apa-apa di Jakarta. Luar biasa menyesakkan, bikin dongkol dan ngenes. Ahok-Djarot ibarat permata namun disia-siakan.

Bukti bahwa kinerja Ahok sangat luar biasa adalah Jakarta baru saja mendapatkan penghargaan yang sangat prstisius. Jakarta menjadi provinsi dengan kinerja terbaik. Simak informasi berikut.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menghadiri perayaan Hari Otonomi Daerah ke-21 di Alun-alun Sidoarjo, Sidoarjo pada Selasa (25/4/2017).

Perayaan Hari Otda tahun 2017 ini merupakan perayaan kedua kalinya yang dilakukan di luar Istana Negara.

Pada 2016, Hari Otda diselenggarakan di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kedatangan Djarot rupanya tidak hanya sebagai undangan.

Rupanya, Provinsi DKI Jakarta menjadi salah satu Provinsi berkinerja terbaik secara nasional dengan mendapatkan penghargaan Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha.

Penghargaan itu diberikan berdasar hasil evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah (EKPPD) tahun 2016 tethadap Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (LPPD) 2015. Namun, DKI Jakarta bukanlah Provinsi dengan skor tertinggi.

Provinsi dengan kinerja terbaik didapat oleh Provinsi  Jawa Timur dengan skor 3,1802. Berikutnya disusul oleh Jawa Barat 3,1760; Kalimantan Timur 3,1469; DKI Jakarta 3,0560; dan Jawa tengah 3,0539.

Namun dari kelima provinsi itu, tepuk tangan yang meriah justru datang saat Djarot naik ke podium untuk menerima penghargaan yang diserahkan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, dan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

Ditemui usai menerima penghargaan, Djarot mengaku tidak ambil pusing atas apresiasi yang didapatkan dari kinerja bersama Gubernur Ahok. Djarot mengatakan, orientasi Pemda DKI Jakarta adalah pelayanan kepada warga Jakarta.

“Sekali lagi orientasi kami bukan untuk merebut berbagai macam piala penghargaan. Orientasi kami mengabdi memberikan pelayanan pada rakyat. Kemudian kita menjaga proses pemerintahan berjalan dengan baik termasuk laporan pemerintahan yang baik,” ujar Djarot.

Hanya dalam waktu 2 tahun, Ahok-Djarot mampu menaikkan prestasi provinsi DKI Jakarta dari yang selama ini berkutat di papan tengah, sekarang berada di peringkat 4 provinsi dengan kinerja terbaik. Sebuah prestasi yang sulit dicapai hanya dalam waktu singkat.

Orang-orang hebat seperti susah berkembang dan kurang dihargai di Indonesia. Banyak orang-orang hebat yang kurang dihargai di Indonesia. Pemimpin yang hebat juga seperti tidak bisa bertahan lama. Bj Habibi dan Gus Dur adalah diantara presiden dengan kinerja luar biasa namun tidak mampu mempertahankan jabatannya.

Begitu juga Ahok. Dengan kinerjanya yang luar biasa, ternyata belum mampu membuatnya untuk mempertahankan jabatannya di Jakarta. Entah model pemimpin seperti apa yang mampu bertahan di Indonesia. Jangan-jangan model pemimpin yang rakus kekuasaan justru yang akan bertahan.

Sangat ironis! SBY yang memiliki kinerja yang biasa-biasa saja bahkan banyak proyek yang mangkrak justru mampu menjabat dua periode. Suharto sang penguasa orde baru lebih gila lagi karena berkuasa di Indonesia sekitar 32 tahun.

Entah kata pujian apa lagi yang tepat disandarkan kepada Ahok-Djarot. Siapa pun mengakui kinerjanya yang luar biasa, baik kawan maupun lawan. Saya yakin di hati nurani yang paling dalam dari lawan politiknya pasti akan mengakui kinerja Ahok yang luar biasa.

Ngenes! Ahok-Djarot harus kalah dengan cara kotor dimana isu agama dimunculkan oleh begundal-begundal politik untuk menyerang Ahok-Djarot. Ahok kalah dengan cara yang menjijihkan. Orang-orang yang menjegal Ahok adalah yang orang paling bertanggungjawab jika nantinya Jakarta mengalami kemunduran di era Anies-Sandi, saya yakin Anies-Sandi belum memiliki kemampuan seperti Ahok-Djarot dan tidak akan membuat kemajuan yang berarti.

Sumber : seword.com


0 Response to "Tragis, Jakarta Menjadi Provinsi Kinerja Terbaik ke-4, Ahok-Djarot Justru Harus Kalah di Pilkada"

Posting Komentar

Kalau Ingin Berkomentar!!!
-Mohon berkomentar sesuai dengan topik
-Dilarang Nyepam
-Link Hidup Langsung Dihapus