Cerita Risma bersama anak menjadi sandera penodongan di Buaran


Jakarta- Risma perempuan berumur 25 tahun ini menjadi korban penyanderaan perampok di dalam angkot T25 di kawasan Buaran Jakarta Timur. Ia menjadi korban bersama anaknya yang masih berumur 2 tahun.

Risma perempuan berumur 25 tahun ini menjadi korban penyanderaan perampok di dalam angkot T25 di kawasan Buaran Jakarta Timur. Ia menjadi korban bersama anaknya yang masih berumur 2 tahun.



Kejadian nahas yang menimpanya itu tepat pukul 19.00 WIB pada Minggu (9/4) kemarin. Risma hendak pulang ke rumahnya setelah main ke tempat mertuanya di kawasan Bintara, Bekasi..



"Saya pulang dari Bintara, naik angkot 25 dari stasiun Klender baru, sebelum saya naik ada penumpang lain yaitu lansia perempuan yang duduk di depan dan Bu Isnawati di dekat saya", katanya saat ditemui merdeka.com, Senin (10/4).


Ia mengaku kejadian perampokan tersebut sangat cepat. Hingga sekarang ia masih trauma dengan kejadian tersebut.

"Kejadiannya beberapa menit setelah saya naik dari Stasiun Klender baru itu, di daerah Prapatan 1 ada laki-laki naik lengkap membawa ransel kemudian ia duduk persis di sebelah saya, di depan Ibu Isnawati," imbuhnya.

"Tidak lama setelah naik ia langsung memindahkan posisi ransel ke depan badannya dan langsung menodong pisau ke leher saya sambil minta handphone Bu Isnawati, saya, dan penumpang lainnya. Sontak saya kaget dan hanya terdiam ketika peristiwa itu," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa dirinya tidak melakukan perlawanan ketika peristiwa penodongan tersebut. "Saya tidak berani melawan seperti Bu Isnawati, saya hanya diam dan berpesan kepada Dafa (anaknya) untuk tetap diam," katanya.

Terus diancam akan dibunuh, Risma pun sempat membalas pernyataan pelaku tersebut. "Kalau ingin, bunuh saya saja jangan bunuh anak saya ini," ucapnya kepada pelaku.

Setelah kejadian yang menimpanya itu Risma mengaku trauma naik transportasi umum lagi. "Saya trauma, enggak mau naik angkot lagi. Saya masih takut dengan kejadian kemarin," tegasnya 

"Setiap ingin memejamkan mata saya teringat peristiwa itu, makanya saya belum tidur dari kemarin," pungkasnya.

Padahal, Risma mengaku sering menggunakan transportasi umum trayek tersebut untuk pulang dari rumah mertuanya. "Biasanya kalau weekend saya sering main ke rumah mertua dan pulang memang jam segitu. Enggak ada firasat apapun malah seperti ini kejadiannya," imbuhnya.

Rasakan Sensasi bermain Poker bersama kami

Kami menyediakan 7 PERMAINAN DALAM 1 AKUN 
- POKER
- DOMINO QIUQIU
- CAPSA SUSUN
- ADUQ 
- BANDARQ
- BANDAR POKER

DAN GAME TERBARU KAMI 

-*"SAKONG" *-

RASAKAN SENSANSI BERMAIN PERMAINAN "SAKONG" HANYA DI POKER757

Tunggu apalagi Segera Daftar di>>>http://www.poker757.com/?ref=poker757002

Hanya Dengan Depo minimal 25.000 anda sudah dapat bermain ^^
Dan minimal Withdraw 50.000

Dan jangan lupa ajak teman anda karena di sini ada BONUS REFFERAL 20% jika anda mengajak teman anda untuk bergabung 

bersama kami ,
dan isikan kode referal yang ada diakun anda  

MAKIN BANYAK TEMAN ANDA YANG MENDAFTAR BONUS MAKIN BANYAK BOSKU .Dan dapatkan juga BONUS 

CASHBACK 
dari kami sebesar 0.3% untuk per minggu nya. 

Tunggu apalagi ayo buruan daftar sekarang juga di www.poker757.com
Untuk Informasi Lebih Lengkap Hubungi Operator Kami Melalui :

Via live Chat kami  : www.poker757.com
BBM   : 2B2FE122
BBM   : 8BC1A942
Line   : vip.poker757
Ymail : cs.poker757@yahoo.com

0 Response to "Cerita Risma bersama anak menjadi sandera penodongan di Buaran"

Posting Komentar

Kalau Ingin Berkomentar!!!
-Mohon berkomentar sesuai dengan topik
-Dilarang Nyepam
-Link Hidup Langsung Dihapus